Ia menegaskan, aksi damai anti-rasisme di tanah Papua itu tak pernah berlaku diskriminatif terhadap warga non-Papua.
“Bertahun-tahun rakyat Papua hidup bersama migran-migran Indonesia dan damai. Baru kali ini ada oknum yang mengatasnamakan warga non-Papua dan menyerang warga asli Papua. Artinya ada skenario di baliknya. Milisi-milisi itu dibentuk dan digerakkan oleh siapa? Wiranto!”
“Kami tidak pernah melakukan diskriminasi rasis terhadap migran-migran (orang Indonesia) di Papua. Musuh kami bukan rakyat Indonesia, tapi sistem dan pemerintah kolonial Indonesia,” tambahnya.
Namun, kata dia, perlakuan pemerintah Indonesia justru sebaliknya terhadap rakyat Papua.
“Kami menuntut hak menentukan nasib sendiri, tapi dikriminalisasi, dipenjarakan. Bahkan kami dibilang bangsa monyet. Untuk itulah kami menuntut keluar dari Republik Indonesia,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Wiranto Janji Tarik Pasukan dan Pulihkan Internet di Papua, Tapi...
-
Pemerintah Batasi Kunjungan Orang Asing ke Papua dan Papua Barat
-
Sebut Benny Wenda Provokator, Wiranto: Seakan Kita Telantarkan Papua
-
LIVE STREAMING: Menko Polhukam Update Situasi Terkini Papua
-
Bule Australia Dideporasi karena Ditipu Demo Papua Adalah Festival Budaya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser