Suara.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid mengomentari ucapan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyebut agar umat muslim tak menonton film drama Korea karena dimainkan oleh orang kafir.
Muannas menganggap, bahwa apa yang dilakukan UAS sejatinya menyakitkan karena kerap mengkafirkan sesuatu sesuai dengan pemikiran serta ilmu yang dimilikinya. Padahal menurutnya kehadiran agama itu seharusnya bisa menyatukan umat manusia.
"Agama itu hadir untuk menyatukan, royal mengkafirkan orang lain itu sangat menyakitkan," kata Muannas dalam akun Twitternya @muannas_alaidid pada Minggu (8/9/2019).
Muannas pun mewanti-wanti terhadap apa yang baru saja disampaikan UAS. Ia berharap tidak ada perpecahan di antara masyarakat hanya karena persoalan mengkafirkan pemain film drama Korea.
"Jangan sampai orang berpikir gara-gara agama dan ego kelompoknya justru membuat kita terpecah-pecah," tandasnya.
Di media sosial, beredar video Ustaz Abdul Somad (UAS) saat berceramah mengenai hukum menonton film Korea.
Video tersebut berdurasi 1.45 menit dan diunggah kanal YouTube Apaik Gaming pada 10 Februari 2018.
Dalam rekaman tersebut, UAS tengah berceramah di hadapan para jamaah. Ia lantas membacakan pertanyaan dari secarik kertas yang dipegang.
"Saya ingin bertanya apa hukumnya menggemari dan menyukai film Korea?" ucap UAS.
Baca Juga: Viral Video UAS Ceramah Hukum Nonton Film Korea, Berikut Isinya
Tak lama UAS menjawab, mestinya umat muslim tidak menonton film Korea lantaran pemeran dalam film tersebut adalah orang kafir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan