Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan disebut pernah mengeluh karena membutuhkan lebih dari satu wakil gubernur (wagub). Karena itu, DPRD DKI Jakarta mengusulkan adanya penambahan kursi Wagub DKI.
Ketua DPRD DKI non definitif, Pantas Nainggolan mengatakan keluhan itu sudah disampaikan Anies selama menjabat. Menurutnya rencana itu bisa direalisasi sesuai dengan otonomi daerah Jakarta.
"Dalam perjalanannya sering juga gubernur menyampaikan keluhan-keluhan memang butuh wakil gubernur yang lebih dari satu," ujar Pantas Nainggolan di Gedung DPRD DKI, Selasa (11/9/2019).
Menurut dia, jika rencana ini ingin diwujudkan, maka harus ada penyesuaian dalam undang-undang. Ia ingin agar nantinya tidak menyalahi aturan yang berlaku karena menambah jumlah Wagub DKI Jakarta.
"Jadi prinsipnya kita tidak ingin melanggar aturan. Tetapi kalau ada peluang untuk memperbaiki aturan ya kenapa tidak," katanya.
Terkait jumlahnya, Pantas mengusulkan agar kursi Wagub DKI ditambah menjadi lima. Ia berkaca pada asisten DPRD DKI yang berjumlah lima orang untuk mendorong sinergitas.
"Jadi ada sinergisitas antara eksekutif dengan DPRD iya kan. Karena pada hakikatnya dia mitra dalam pemerintahan itu," kata Pantas.
Bahkan penambahan jumlah ini disebut Pantas tidak hanya tingkat wagub. Jika memang dibutuhkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat lainnya juga bisa saja ditambah.
"OPD dikaitkan sama dengan daerah lain sementara kebutuhan DKI untuk OPD kita harapkan yang lebih efektif, efisien," imbuh dia.
Baca Juga: Belajar dari Sutiyoso, DPRD Mau Wagub DKI Dijabat Lebih dari Satu Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran
-
Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?
-
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi