Suara.com - Ada kesan menggelitik di balik demonstrasi #SurabayaMenggungat oleh mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat yang digelar di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Kamis (26/9/2019).
Tak sekadar menyuarakan penolakan terkait RUU bermasalah, nyatanya mereka juga menjunjung tinggi pesan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Para demonstran enggan membuat Bu Risma murka sehingga memilih untuk tertib, tidak merusak taman kota.
Akun Twitter @firstarizki mengingatkan prinsip tersebut hingga viral media sosial. Ia menyebutkan kalau kemarahan Bu Risma lebih seram ketimbang kekacauan di negeri ini.
"Buat teman-teman yang hari ini mau aksi di Surabaya. Tolong ingat ini. 1. Jangan Rusak Taman 2. Jangan Rusah Taman 3. Jangan Rusak Taman 1o0. Jangan rusak taman. Lebih serem diamuk Bu Risma timbang negoro iki kacau (ketimbang negara ini kacau). Westalah, percaya @yeahmahasiswa)," tulisnya.
Warganet pun ramai memberikan balasan bernada kocak seperti ini.
"Bu Risma kalau marah, Kim Jong Un diem," celoteh @arioktavianto17.
"Bu Risma kalo marah, Donald Trump jongkok sambil tutup kuping terus ngomong ampun bu ampun," kata @intannuraini06.
"Lebih seram marahnya Bu Risma daripada anak STM," ungkap @alfa_hasanah.
Baca Juga: BEM Tolak Dialog Tertutup di Istana, Menristek: Jika Terbuka, Itu Pidato
Bukan tanpa alasan, mereka begitu menjunjung tinggi pesan Wali Kota Surabaya. Mereka belajar dari peristiwa yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Kala itu, Tri Rismaharini murka dalam acara bagi-bagi es krim gratis. Ia memarahi habis-habisan penyelenggara lantaran tidak mengkondisikan dengan baik para pengunjung sehingga merusak taman Kota Surabaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?