Suara.com - Kerusuhan masih terjadi di sekitar belakang Gedung DPR RI, atau tepatnya di dekat Stasiun Palmerah, Jakarta. Kerusuhan yang bermula sejak sore hari ini masih berlanjut hingga pukul 19.40 WIB.
Dampaknya, akses Jalan Palmerah Timur ke Jalan Tentara Pelajar maupun arah sebaliknya ditutup. Pantauan Suara.com, massa aksi berkumpul di area sekitar Pasar Palmerah.
Mereka juga berada di depan Stasiun Palmerah di sisi jalan mengarah ke Slipi dan Jalan Tentara Pelajar sekitar gedung Kompas.
Sementara itu pasukan Brimob juga telah berada di sisi jalan yang sama dengan massa untuk memukul mundur. Gas air mata terus ditembakan ke arah Pasar Palmerah dan depan Stasiun Palmerah di mana terdapat kerumunan massa perusuh.
Perjalanan KRL dari arah Tanah Abang maupun sebaliknya juga belum beroperasi. Tidak ada satu pun kereta yang melintas sejak pukul 16.40 - 19 40 WIB.
Sebelumnya, Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan pemberhentian rute kereta sementara tersebut telah diberlakukan sejak pukul 16.40 WIB.
"Sejumlah perjalanan kereta dari arah Tanah Abang dan sebaliknya belum dapat melalui lintas Palmerah. Operasional perjalanan kereta tidak dapat dilakukan karena pada perlintasan pejompongan dan perlintasan arah Stasiun Kebayoran terdapat kerumunan masyarakat dengan situasi yang tidak kondusif," kata Eva, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Memanas! Pelajar Timpuki Polisi dengan Batu di Belakang DPR
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan