Suara.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan bahwa lebih dari 70 persen masyarakat menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Perppu KPK. Terkait itu, DPR selalu pembuatan UU menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.
Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin mengatakan legislatif menyerahkan sepenuhnya keputusan dikeluarkannya atau tidak Perppu KPK kepada Jokowi dengan pertimbangan hukum yang tentunya harus lebih dulu dilakukan.
“Terhadap Perppu itu kan itu kewenangan ada di presiden tentu kami sebagai lembaga DPR dari unsur pimpinan dan AKD juga menyerahkan itu kepada pemerintah untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan secara hukum,” kata Aziz di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Meski menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi, politikus Partai Golkar tersebut mengingatkan soal aturan dikeluarkannya Perppu. Salah satunya kata dia, Perppu bisa dikeluarkan apabila ada kegentingan.
“Walaupun persyaratan Perppu itu kan diatur dalam konstitusi negara bahwa dalam keadaan memaksa dalam kegentingan kemudian terjadi kekosongan hukum dan sebagainya. Dalam kondisi saat ini tidak terjadi kekosongan hukum maupun tidak terjadi kegentingan,” kata Aziz.
Sementara itu, anggota DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade juga mengungkapkan hal senada. Politikus Partai Gerindra itu menilai Perppu bukan menjadi kewanamgan DPR, sehingga kepastiannya harus ditanyakan langsung kepada Jokowi.
“Ya tanya saja sama presiden, jangan tanya sama kita lagi, kan domain Perppu kan ada di presiden. Silakan tanya sama Pak Jokowi mau terbitkan atau tidak terserah presiden,” ujar Andre di Kompleks Parlemen Senayan.
Berita Terkait
-
Jokowi: Belanda Merupakan Mitra Perdagangan Nomor Dua Terbesar
-
Jelang Pelantikan, Polresta Solo Tingkatkan Pengamanan di Kediaman Jokowi
-
Orang Gerindra Akan Jadi Menteri Jokowi? Nasdem: Yang Kalah Harus Kesatria
-
Disebut Dapat Tawaran Jadi Menteri, SB: Kayak Pisang Goreng Ditawar-tawar
-
Presiden Jokowi Izinkan Asing Tanam Modal di Proyek Pembangunan Bandara
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor