"Sebentar, Bung Arteria, sebentar," ujar sang Tuan Rumah Mata Najwa.
Feri Amsari pun memanfaatkan sejenak keheningan untuk lanjut berkata, "KPK kinerja bermasalah, makanya kan..."
Sayangnya, Arteria Dahlan tak bisa menahan diri untuk mendengarkan Feri Amsari sedikit lebih lama.
"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan," kata dia.
"Bung Arteria, sebentar," tegur Najwa Shihab lagi.
"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan. Itu saja," imbuh Arteria Dahlan.
Najwa Shihab tampak kewalahan menghadapi pembicaranya itu, lalu menjelaskan, "Ketika tadi Anda berbicara, semua orang mendengarkan."
Namun tetap saja, emosi Arteria Dahlan tetap tak bisa diredam.
"Enggak, kalimatnya juga, 'gerombolan anggota DPR'. Kamu siapa? Saya katakan begitu," ucapnya pada Feri Amsari.
Baca Juga: Sesama Orang Minang, Anak Buah Prabowo Akan Damaikan Arteria - Emil Salim
"Saya warga negara Indonesia," jawab Feri Amsari.
"Betapa terhormatnya kamu."
"Saya warga negara Indonesia."
"Jangan bicara rakyat! Kamu ikut pemilu dulu! Ikut pemilu dulu!"
"Baik," ucap Najwa Shihab, masih berusaha menguasai situasi.
"Kalau kamu ikut pemilu, kamu dipilih, kamu wakil rakyat Indonesia," seru Arteria Dahlan.
"Anda dengarkan juga, ya," sebut Feri Amsari.
Arteria Dahlan kembali memotong, "Jangan bicara wakil rakyat kamu!"
Lalu, Feri Amsari akhirnya bisa meneruskan pernyataannya meski terus-terusan diinterupsi.
"Jadi, Mbak Nana, alasannya, KPK bermasalah kerjanya, oleh karena itu butuh dewan pengawas. Emang DPR bener kinerjanya? Kenapa tidak ada dewan pengawasnya?" tanya Feri Amsari, membuat penonton di studio bertepuk tangan.
Arteria Dahlan hanya bisa menjawab, "Kebangetan itu. Bodoh, bodoh," sambil sedikit tersenyum kecut.
"Setiap tahun proyeknya tidak pernah terpenuhi," imbuh Feri Amsari.
"Waduh ini ahli tata negara enggak bekerja. Ahli tata negara apa kamu?" kata Arteria Dahlan, memotong lagi.
Setelah itu, Feri Amsari menyelesaikan kalimatnya sebelum sesi tersebut ditutup Najwa Shihab.
"Setiap tahun, tidak pernah 10 persen pun proyek itu terpenuhi, tetapi, KPK tidak pernah diawasi dan tidak pernah ada rencana pembubaran, dan kita mendukung KPK karena sederhana, karena KPK selalu ingin dimatikan oleh para politisi, dan kita yakin, KPK sudah di jalur yang benar," tutupnya.
Arteria Dahlan masih tersenyum kecut mendengar pendapat Feri Amsari.
Najwa Shihab pun mengakhiri sesi tersebut dengan wajah tegas dan tatapan tajam, tanpa senyuman.
Berita Terkait
-
Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan: Lah, Ini Belajar Jujur!
-
Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan Tolak Minta Maaf ke Emil Salim
-
Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Sesat, Pandji Pragiwaksono Balas Ini
-
Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Dimanfaatkan Komentar Perppu KPK
-
Arteria Tak Sopan dengan Emil Salim, Andre Rosiade: Suka Meledak-ledak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan