News / Nasional
Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:00 WIB
Najwa Shihab di Mata Najwa - (YouTube/Najwa Shihab)

"Sebentar, Bung Arteria, sebentar," ujar sang Tuan Rumah Mata Najwa.

Feri Amsari pun memanfaatkan sejenak keheningan untuk lanjut berkata, "KPK kinerja bermasalah, makanya kan..."

Sayangnya, Arteria Dahlan tak bisa menahan diri untuk mendengarkan Feri Amsari sedikit lebih lama.

"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan," kata dia.

"Bung Arteria, sebentar," tegur Najwa Shihab lagi.

"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan. Itu saja," imbuh Arteria Dahlan.

Najwa Shihab tampak kewalahan menghadapi pembicaranya itu, lalu menjelaskan, "Ketika tadi Anda berbicara, semua orang mendengarkan."

Namun tetap saja, emosi Arteria Dahlan tetap tak bisa diredam.

"Enggak, kalimatnya juga, 'gerombolan anggota DPR'. Kamu siapa? Saya katakan begitu," ucapnya pada Feri Amsari.

Baca Juga: Sesama Orang Minang, Anak Buah Prabowo Akan Damaikan Arteria - Emil Salim

"Saya warga negara Indonesia," jawab Feri Amsari.

"Betapa terhormatnya kamu."

"Saya warga negara Indonesia."

"Jangan bicara rakyat! Kamu ikut pemilu dulu! Ikut pemilu dulu!"

"Baik," ucap Najwa Shihab, masih berusaha menguasai situasi.

"Kalau kamu ikut pemilu, kamu dipilih, kamu wakil rakyat Indonesia," seru Arteria Dahlan.

"Anda dengarkan juga, ya," sebut Feri Amsari.

Arteria Dahlan kembali memotong, "Jangan bicara wakil rakyat kamu!"

Lalu, Feri Amsari akhirnya bisa meneruskan pernyataannya meski terus-terusan diinterupsi.

"Jadi, Mbak Nana, alasannya, KPK bermasalah kerjanya, oleh karena itu butuh dewan pengawas. Emang DPR bener kinerjanya? Kenapa tidak ada dewan pengawasnya?" tanya Feri Amsari, membuat penonton di studio bertepuk tangan.

Arteria Dahlan hanya bisa menjawab, "Kebangetan itu. Bodoh, bodoh," sambil sedikit tersenyum kecut.

"Setiap tahun proyeknya tidak pernah terpenuhi," imbuh Feri Amsari.

"Waduh ini ahli tata negara enggak bekerja. Ahli tata negara apa kamu?" kata Arteria Dahlan, memotong lagi.

Setelah itu, Feri Amsari menyelesaikan kalimatnya sebelum sesi tersebut ditutup Najwa Shihab.

"Setiap tahun, tidak pernah 10 persen pun proyek itu terpenuhi, tetapi, KPK tidak pernah diawasi dan tidak pernah ada rencana pembubaran, dan kita mendukung KPK karena sederhana, karena KPK selalu ingin dimatikan oleh para politisi, dan kita yakin, KPK sudah di jalur yang benar," tutupnya.

Arteria Dahlan masih tersenyum kecut mendengar pendapat Feri Amsari.

Najwa Shihab pun mengakhiri sesi tersebut dengan wajah tegas dan tatapan tajam, tanpa senyuman.

Load More