Suara.com - Pimpinan MPR RI membahas soal amendemen terbatas mengenai landasan pembangunan negara bersama Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Landasan ini disebut akan menjadi acuan bagi para pemimpin tingkat nasional hingga daerah.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menganggap landasan ini sebagai blue print atau cetak biru untuk pembangunan Indonesia dalam 50-100 tahun ke depan. Ia menilai hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih cepat.
"Ini suatu hal yang semacam cetak biru atau blue print Indonesia 50-100 tahun ke depan yang semua mengacu pada satu buku induk," ujar Bambang Soesatyo di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).
Politikus Partai Golkar itu menuturkan, presiden hingga pemimpin daerah akan membuat kebijakan yang mengacu pada acuan ini. Hal ini dapat membantu para pemimpin daerah karena sudah mendapatkan gambaran soal pembangunan wilayahnya.
"Sehingga manakala ada pergantian pergantian kepala negara, pergantian Bupati, Wali kota, Gubernur itu blue print sama, sehingga tidak memulai lagi dari bawah," jelasnya.
Dalam pembahasan soal amendemen terbatas, Bamsoet mengaku pihaknya juga bakal meminta saran dari masyarakat. Menurutnya masyarakat harus terlibat dalam rancangan yang menjadi acuan negara ke depan ini.
"Kita ingin masyarakat ikut andil untuk memberikan masukan atas konstutusi yang akan kita jalankan ke depan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan