Dari awal, kata dia, Pemkot Bekasi melibatkan ormas karena ingin memberdayakan semua oramas.
"Kita ingin rangkul semua ormas, kalau ada pemberdayaan terhadap ormas, bukan ormasnya yang dimunculkan tetapi pemberdayaannya peningkatan kapasitasnya, peningkatan pelatihannya, peningkatkan pemberdayaan UKM-nya, dan sebagainya. Bukan ormasnya," imbuhnya.
Dia berharap, masyarakat jangan membuat anggapan negatif terhadap semua ormas.
"Tidak semua ormas kita anggap premanisme, tidak. Makanya kita berharap, jangan sampai ada ormas yang melakukan tindakan premanisme, makanya pemerintah punya kewajiban untuk dibina, diberdayakan bukan dijuluki, ormas itu (kumpulan) preman, tidak," tuturnya.
Dia menegaskan masih banyak potensi pendapatan daerah yang ditata dalam pengelolan parkir di minimarket Kota Bekasi, mulai dari aturan seperti pajak parkir, pajak restoran atau retribusi parkir hingga operator (pengelola) dana tersebut dapat dikelola dengan baik.
"Saat ini, kita tunda dulu penarikan pajak parkir di minimarket hingga regulasi yang kita rencanakan tadi (mengenai petunjuk teknis, pengelolaan, penyetoran dapat dapat terencana dengan baik). Secepatnya akan kita perbaiki regulasi tadi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bekasi Aan Suhanda, tidak banyak tanggapan terkait hal ini. Pihaknya, masih fokus memperbaiki regulasi untuk mendukung rencana penarikan pajak parkir di minimarket Kota Bekasi.
"Sesuai arahan, kita sedang mempersiapkan semuanya," imbuhnya.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Baca Juga: PDIP Kota Bekasi Bakal Bantu Pemenangan Pilkada Kota Depok
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat