Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, Sumatera Utara.
Kutukan tersebut disampaikan Guntur Romli melalui cuitan di akun jejaring sosial Twitter miliknya, @GunRomli di hari peristiwa itu terjadi, Rabu (13/11/2019) pagi.
Guntur Romli menyebut tindakan itu sebagai tindakan keji dan biadab yang menyasar Polrestabes Medan. Dia menyebut 2 pelaku tewas dalam kondisi tubuh berceceran.
"Mengutuk aksi teror bom bunuh diri yg diduga dilakukan oleh 2 pelaku yang langsung tewas berceceran. Tindakan ini keji dan biadab yang menyasar Polrestabes Medan pd hari Rabu 13 November 2019," cuit Guntur Romli seperti dikutip Suara.com.
Dia juga menyebutkan ada 4 petugas di Polrestabes Medan yang mengalami luka-luka akibat teror bom tersebut.
Pun Guntur Romli berkicau pelaku tewas dengan tubuh hancur berserakan. Dia menambahkan bahwa pelaku mati dalam keadaan hina.
"Ada 4 petugas di Polrestabes Medan yang mengalami luka-luka akibat teror bom bunuh diri ini, sedangkan pelakunya langsung tewas dgn tubuh hancur berserakan. Mati dalam keadaan hina," cuit Guntur Romli.
Melalui cuitannya, Guntur Romli juga mengunggah sejumlah foto mayat pelaku dalam kondisi sujud tergeletak di samping truk patroli polisi.
Sekadar informasi, ledakan diduga bom baru saja meledak di Mapolresta Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019). Ledakan itu diduga kuat merupakan bom bunuh diri.
Baca Juga: Bom Meledak Di Mapolrestabes Medan, Densus Langsung Olah TKP
Kejadian ledakan itu dibenarkan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Prasetyo saat ditanya wartawan, Kamis pagi.
"Ya betul, saat inis sedang dilaksanakan olah TKP," ujar Dedi.
Meski belum bisa memastikan, namun Dedi menyebut, jika insiden ledakan itu diduga merupakan bom bunuh diri.
"Diduga pelaku suicide bomber," katanya.
Sementara itu sejumlah foto beredar melalui pesan Whatsapp usai ledakan terjadi di Mapolrestabes Medan. Ada Empat foto dan satu video yang beredar, mengambarkan bagaimana kondisi usai ledakan terjadi.
Dalam foto itu terlihat tubuh korban ledakan yang diduga adalah pelaku bom bunuh diri hancur tak berbentuk. Tubuhnya tergeletak dekat sebuah kendaraan jenis truk bertuliskan Polrestabes Medan di kaca bagian depan.
Sementara dari video 30 detik yang beredar, tergambar bagaimana detik-detik usai bom meledak. Sejumlah anggota polisi dan warga tampak berlarian sembari berteriak 'keluar-keluar'. Asap juga tampak mengepul diduga berasal dari lokasi ledakan bom.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan