Suara.com - Penyanyi Agnez Mo menjadi sorotan publik. Dalam sebuah wawancara bersama Build Series by Yahoo, Agnez mengeluarkan pernyataan bahwa ia tak berdarah Indonesia.
Sontak pernyataan Agnez tersebut membuat warga Indonesia meradang. Banyak pihak yang mengecam aksi yang dilakukan oleh Agnez tersebut, mulai dari politisi, aktivis, artis hingga warganet.
Berbagai kritikan pedas ditujukan pada Agnez. Bahkan ada salah seorang aktivis yang menanggapi pernyataan itu dengan mengusir Agnez ke neraka!
Berikut Suara.com merangkum sederetan komentar pedas politisi hingga aktivis menanggapi pernyataan Agnez.
- Fadli Zon Minta Agnez Mo Sedikit Cerdas Ngaku Tak Punya Darah Indonesia
Anggota DPR sekaligus politisi Gerindra Fadli Zon meminta Agnez Mo atau Agnez Monica sedikit cerdas dan berpikir sebelum menyatakan tidak punya darah Indonesia. Fadli Zon menuding Agnez Mo tidak membuat bangka orang Indonesia.
Agnez Mo juga dinilai tidak ada kebanggaan dalam diri Agnez Mo sebagai orang Indonesia saat meladani sesi wawancara dengan Kevan Kenney di Build Series by Yahoo! Terutama yakni terkait pernyataan Agnez yang tidak berdarah Indonesia. Menurut Waketum Partai Gerindra itu, melalui pernyataan dalam wawancara tersebut Agnez mo tampak tidak ingin dianggap sebagai orang Indonesia.
- Respons Ucapan Agnez Mo, Fadli Zon Murka: Bentuk Kebodohan Seorang Artis!
Pernyataan artis Agnez Mo yang tak mengakui berdarah Indonesia mengundan reaksi dari berbagai kalangan.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon Fadli mengaku heran Agnez Mo bisa mengeluarkan pernyataan yang dianggap kontroversial tersebut.
Baca Juga: 5 Perjalanan Karier Agnez Mo, Penyanyi Cilik Sampai Go Internasional
- Kritik Agnez Mo, Abu Janda Singgung Konsensus Sumpah Pemuda
Pegiat media sosial Permadi Arya atau dikenal sebagai Abu Janda ikut menanggapi pernyataan penyanyi Agnez Mo yang mengaku tidak berdarah Indonesia.
Menurut Abu Janda, tidak sepantasnya penyanyi internasional seperti Agnez Mo mengatakan kata-kata seperti itu dalam wawancara dengan Build Series.
- Aktivis Perempuan ke Agnez Mo: Pergi ke Neraka
Aktivis perempuan dan lingkungan hidup Emmy Hafild mengecam keras Agnez Mo yang telah mengeluarkan pernyataan bukan berdarah Indonesia. Emmy bahkan mengusir Agnez ke neraka.
Kecaman ini disampaikan Emmy Hafild melalui postingan di akun Facebook pribadinya, Selasa (26/11/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI