Suara.com - Mewabahnya virus corona di berbagai negara menyulut kepanikan di belahan dunia. Virus tersebut juga membuat Presiden Jokowi gagal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang rencananya berlangsung pada Maret 2020 di Las Vegas.
Presiden Jokowi sebelumya telah dijadwalkan untuk menghadiri KTT ASEAN dengan Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 777-300ER.
Plt Juru Bicata Kemenlu, Teuku Faiza menyatakan bahwa pembatalan tersebut dikarenakan mewabahnya virus corona. KTT tersebut secara resmi dibatalkan sementara atas keputusan pihak Amerika Serikat.
"Sebagaimana yang diungkap di media, (penundan KTT), terkait upaya AS menangani masalah Covid-19 (virus corona)," kata dia.
Mahfud MD batal umrah
Tak hanya Presiden Jokowi, Menkopolhukam Mahfud MD pun gagal menjalankan umrah karena kekhawatiran Arab Saudi atas mewabahnya virus corona.
"Saya juga sebenarnya tanggal 18 Maret akan berangkat ke sana. Tapi, adanya pengumuman itu ya tidak jadi. Saya menghormati Arab Saudi, sehingga saya batalkan,” kata Mahfud MD, Jumat (28/2/2020).
Dalam hal ini, Mahfud MD menegaskan pelarangan tersebut dilakukan untuk keselamatan bayak orang.
"jadi pelarangan umrah ini untuk keselamatan semua, bukan hanya Iran. Kan yang dilarang itu semuanya. Jadi semua yang mau umrah itu sementara tidak bisa. Ini termasuk mitigasi bencana oleh Arab Saudi,” tambahnya.
Baca Juga: Jakarta Tingkatkan Status Waspada Corona!
Virus Corona Menginfeksi Pejabat Iran
Virus corona menjangkit sejumlah pejabat tinggi Iran. Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtaker positif terinfeksi virus corona. Sebelum itu, birus dengan nama lain Covid-19 juga menyerang Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Hirirchi.
Tak hanya itu, Ketua Komisi Keamanan dan Hubungan Luar Negeri Parlemen Iran, Mojtaba Zonnor juga positif terinfeksi virus corona. Beberapa pejabat tersbeut, kini sedang berada dalam masa karantina.
Hingga Jumat (28/2/2020), Iran telah melaporkan 141 kasus corona yang muncul di negera tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!