Suara.com - Gunung Merapi di Yogyakarta kembali mengalami erupsi pada Selasa pagi (3/3/2020). Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan asap yang membumbung ke udara tingginya mencapai 6000 meter dari puncak gunung. Tak hanya itu, kepulan asap yang membumbung tinggi juga disertai dengan kilatan-kilatan.
Berdasarkan video yang diunggah oleh @merapi_news dan @jogja_ig di Instagram, terlihat kilatan-kilatan tersebut muncul bersama asap tebal yang tidak lain adalah awan panas. Terdengar juga suara penduduk sekitar yang berniat segera turun usai melihat adanya erupsi.
"Wah, ngeri lur. Iki mudun wae cah. Genah mudun wae nek iki," Wah, seram teman-teman. Kalau ini turun saja kita. Benar-benar harus turun kalau ini," ujar suara yang ada di dalam video.
BPPTKG melaporkan awan panas yang keluar dari puncak gunung Merapi berguguran ke arah hulu sungai Gendol dengan kecepatan maksimal 2 kilometer.
Sementara, arah angin saat terjadi erupsi mengarah ke bagian utara. Hujan abu juga terjadi di wilayah Boyolali usai gunung Merapi dilaporkan erupsi.
"Teramati tinggi kolom erupsi kurang lebih 6000 meter dari puncak dan arah guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Arah angin saat erupsi menuju utara," tulis BPPTKG via Twitter.
BPPTKG mengimbau agar warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer dari puncak gunung Merapi.
Diimbau juga untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Gunung Merapi berstatus waspada sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan