Suara.com - Aksi seorang pemulung yang selalu memakaikan anaknya baju terbaik setiap hendak pergi ke masjid viral di media sosial. Publik seketika dibuat terkesan dengan aksi tersebut.
Mulanya, kisah pemulung itu dibagikan oleh pemilik akun Twitter @senyaplagi. Dalam video berdurasi 39 detik yang dibagikan, tampak seorang perempuan bersama dua anaknya yang masih kecil menepi di pinggir jalan.
Terlihat pula di depan mereka, gerobak yang dipenuhi barang rongsokan sebagai alat untuk mencari nafkah keluarga pemulung tersebut setiap harinya.
Dalam narasinya, akun @senyaplagi menuliskan bahwa ibu pemulung tengah mendadani anak laki-lakinya yang hendak melaksanakan salat di masjid.
Perempuan itu memilihkan pakaian terbaik untuk anaknya yang terdiri dari baju koko dan sarung. Setelah itu, dengan sabar ia mengoleskan bedak di wajah sang anak dan memberikan wangi-wangian.
Tak lupa pemulung itu juga memakaikan syal dan peci untuk memastikan sang anak pergi ke masjid dalam keadaan rapi dan bersih.
"Ibu mempersiapkan anak lakinya solat ke masjid sampai begitunya... Dipakein baju terbaik, rapih, dibedakin, bersih banget, menghadap Allah SWT dengan sukacita, indah banget, anak pemulung. Gw? masih sering sholat pake baju bau keringet, jumatan mepet, pas pke baju bagus, selpie, posting," tulis @senyaplagi, seperti dikutip Suara.com, Sabtu (14/3/2020).
Tak ayal, kisah pemulung yang selalu memakaikan pakaian terbaik untuk anaknya ini menuai perhatian warganet. Banyak dari mereka mereka yang terharu dengan kisah tersebut.
"Gue kristen, tapi terharu dan bangga lihat yang kaya beginian," kata @awanmarcelino.
Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Aksi Valentino Rossi, Drive-through Coronavirus
"Nangis, nak semoga besar nanti kamu inget gimana sayangnya ibu kamu ya," timpal @selphieusagi.
Adapun warganet lainnya ramai memanjatkan doa kepada keluarga pemulung tersebut.
"That's called "Miskin di dunia, kaya di akhirat". Selamat ibu, semoga anaknyaa menjadi anak yang selalu sholeh dan selalu tau bagaimana caranya bersyukur memiliki ibu yang selalu memberitahu bagaimana sikap yang pantas untuk menghadap Tuhan," tulis @nawagrahabima.
"Masha Allah, semoga adek besarnya bisa ngangkat harkat derajat kedua orang tuamu dek," imbuh @iamhumanisme.
Hingga kekinian, video ibu pemulung yang memastikan anaknya bersih dan rapi sebelum ke masjid itu telah disaksikan lebih dari 670 ribu kali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan