Suara.com - Beberapa warganet di media sosial menunjukkan aksi solidaritas dengan membagikan makanan gratis untuk pedagang hingga pengemudi ojek online (ojol) di tengah pandemi virus corona.
Seperti aksi yang ditunjukkan oleh pemilik akun Twitter @distalbot. Ia mengatakan bahwa makanan gratis disediakan di depan rumah orang tuanya.
"Di depan rumah mama papaku. Semoga bermanfaat," tulis @distalbot yang mengunggah foto seorang pria meletakkan satu kardus makanan gratis.
Pria itu terlihat memasang tulisan "Silahkan ambil untuk siapa saja yang membutuhkan. Gratis. Kurir pengiriman paket, tukang sol sepatu, pedagang gerobak, driver ojol, dll" di pagar.
Akun Twitter itu juga memperlihatkan foto-foto saat dua driver ojol dan dua orang lain mengambil makanan tersebut.
Menurut penjelasannya, satu bungkus makanan yang dia sediakan berisi nasi, lauk telur, gorengan, sayur dan pisang.
"Beli nasi bungkusnya di warteg komplek harganya 1 porsi 11 ribu. Jadi sekaligus bantu dua pihak: bantu warteg & yang membutuhkan di jalan, dan mulai dari yang deket-deket dulu," ujarnya.
Ternyata aksi bagi-bagi makanan gratis ini juga dilakukan oleh orang lain. Misalnya, seperti pemilik akun Twitter @hasseyyo dan @Hikpakranto.
Akun @hasseyyo menulis, "Di depan teras, cuma bisa bantu air minum aja kami sudah seneng".
Baca Juga: MotoGP Ditunda karena Virus Corona, Dorna Bantu Finansial Tim Satelit
Ia menunjukkan beberapa botol air mineral yang diletakkan di atas kursi.
Sementara akun @Hikpakranto menggunggah sebuah foto yang memperlihatkan tumpukan nasi kotak. Makanan gratis ini diletakkan di atas meja di pinggir jalan. Tampak dua tukang parkir yang mengambil nasik kotak tersebut.
Namun akun-akun Twitter yang mengunggah beberapa foto di atas tidak memberikan keterangan lokasi.
Sejumlah orang yang bekerja dengan upah harian juga mendapatkan imbas akibat bencana wabah corona ini. Oleh karenanya, orang-orang yang mampu ramai-ramai memberikan bantuan untuk mereka.
100 Warteg Gratis di Jabodetabek dari ACT, Ini Lokasi Lengkapnya
Daftar lengkap 100 warteg gratis di Jabodetabek disediakan ACT guna membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona.
Berita Terkait
-
MotoGP Ditunda karena Virus Corona, Dorna Bantu Finansial Tim Satelit
-
Olimpiade Diundur Setahun, FIFA Naikkan Batas Usia Pemain Sepak Bola Putra
-
Tarian Pembawa Jenazah, Dancing Pallbearers Viral di Media Sosial
-
Efek Corona, Penjual Botol Hand Sanitizer Lari Manis
-
Turnamen Setop karena Virus Corona, Pelatih PBSI Dituntut Lebih Kreatif
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan