Suara.com - Video pemakaman yang menunjukkan beberapa pria menggotong peti mati dengan menari viral di media sosial. Rekaman itu banyak dibagikan warganet selama masa karantina akibat virus corona dengan nama Coffin Dance atau Dancing Pallbearers.
Salah satunya seperti video yang diunggah oleh akun Twitter @andifa_k pada Rabu (1/4/2020).
"Coffin dancing meme gak pernah gak lucu tiap ditonton," cuitnya.
Unggahan @andifa_k ini bahkan telah mendapatkan lebih dari 500 komentar, 7.200 retweet dan 13.800 likes. Videonya juga sudah disaksikan lebih dari 325.000 kali oleh warganet.
Video viral ini sebenarnya gabungan dari beberapa cuplikan. Rekaman awal menunjukkan aksi gagal yang dialami oleh seseorang. Entah itu jatuh dari bangunan, ditabrak motor, atau tertimpa lemari.
Cuplikan berikutnya memperlihatkan beberapa pria yang menggotong peti mati sambil menari. Banyak dari warganet membuat lelucon Meme Coffin Dance ini.
Menurut Xdigitalnews, Selasa (31/3/2020), video pria yang menggotong peti mati sambil menari sebenarnya terjadi di Ghana.
Para pria yang berpakaian rapi serba hitam itu adalah para penari yang terkenal dan disewa oleh orang-orang untuk mengenang orang-orang yang meninggal.
Video tersebut direkam saat pemakaman ibu dari Elizabeth Annan. Menurutnya, Elizabeth ingin memberi ibunya perjalanan yang menyenangkan dengan cara menari ke Tuhan.
Baca Juga: Siap Meluncur, Apa yang Baru dari Suzuki Ignis Facelift?
Tak disangka ada dampak positif setelah video ini digunakan oleh para pembuat meme dan menjadi viral. Video itu membantu menciptakan lapangan kerja baru bagi orang-orang Ghana.
Perusahaan Benjamin telah mempekerjakan lebih dari 100 orang sebagai penari penggotong peti mati jenazah. Pekerjaan ini mulai muncul di Ghana beberapa tahun yang lalu.
Pemakaman di Ghana yang pertama kali disebutkan menggunakan tarian ini terjadi pada Januari 2015.
Berita Terkait
-
MUI Pastikan Orang yang Halangi Pemakaman Jenazah Covid-19 Berdosa
-
Sleman Siapkan 7 Hektare Makam di Madurejo untuk Jenazah Pasien COVID-19
-
INFOGRAFIS: Jangan Takut, Ini Cara Aman Mengurus Jenazah Pasien Corona
-
Bupati Batang: Jenazah Covid-19 Jangan Ditolak, Kematian Tak Ada yang Tahu
-
Pemakaman Sunyi Pasien Virus Corona: Kami Pendam Sendiri Kesedihan Ini....
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah