Suara.com - Tradisi membangunkan sahur dengan menabuh drum dan bunyi yang mengganggu masih dilakukan warga.
Namun tindakan ini tidak selamanya berbuah baik. Seperti yang tampak dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @black__valley1 pada Sabtu (25/4/2020) ini.
Dalam video berdurasi 29 detik ini, sekelompok warga terlihat menabuh drum untuk membangunkan sahur. Mereka berdiri di sebuah gang tepat di depan pintu rumah.
Empat pemuda menabuh drum dan berteriak "sahur...sahurr". Sementara warga lain yang terlihat di sekitar hanya menonton aksi empat pemuda itu.
Tiba-tiba seorang pria muncul dari dalam rumah dan langsung menyiram keempat pemuda dengan air.
Pria itu marah-marah kepada empat pemuda yang menabuh drum tepat di depan pintu rumahnya.
Seakan merasa tidak bersalah, para pemuda ini justru balik marah ke pria tersebut. Hingga aksi saling dorong terjadi.
Seorang wanita yang diduga istri pria tersebut lantas membela. Warga lain yang berada di sekitar mereka kemudian berusaha melerai.
Akun @black__valley1 mengomentari video itu, "Bangunin orang yang mau sahur itu yang santun bukan kaya mau pawai partai parah".
Baca Juga: Tak Peduli Ada Corona dan Ramadan, 3 Pasang Remaja Asyik Mesum di Hotel
Tidak diketahui dimana dan kapan kejadian dalam video ini. Namun video itu telah disaksikan lebih dari 2000 kali oleh warganet.
Sebagian warganet merasa para pemuda yang membangunkan sahur merupakan pihak yang bersalah.
"Laporkan saja. Itu ada pasalnya, pasal tidak menyenangkan hati," kata @Mbakmjiyut.
"Bukan membangunkan orang yang ada bikin orang emosi, perlu ditindak nih sama ketua RT dan RW," komentar @Huddi29.
Sementara warganet yang lain merasa dua pihak yang ribut ini sama-sama bersalah.
"Yang bangunin sahur konyol sih, kalau sembari lewat aja gak apa-apa orang pasti denger, tapi soal dia sahur apa nggak yang penting kita sudah usaha bangunin sahur. Dan yang dibangunin ada baiknya diomongin baik baik jangan maen sebor aja, tuh kan jadi ribut di bulan barokah ini," komentar @ahmadillah10.
Berita Terkait
-
Tak Peduli Ada Corona dan Ramadan, 3 Pasang Remaja Asyik Mesum di Hotel
-
Momen Tenaga Medis Turki Makan Sahur Bersama
-
Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Hukum Sikat Gigi saat Puasa
-
Viral Video Minuman Hits Tahun 2000-an, Warganet: Duh Jadi Pengen
-
Tabuh Lodra di Albania, Tradisi Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM