Suara.com - Prancis, Italia, dan Spanyol telah mencatatkan angka kematian harian terendah selama berminggu-minggu. Catatan positif ini bersamaan ketika Prancis bersiap untuk mengurangi pembatasan.
Melansir BBC News pada Senin (04/05), Prancis melaporkan 135 kematian dan Spanyol 164 kasus yang merupakan catatan terendah sejak pertengahan Maret. Sedangkan Italia melaporkan 174 kasus yang juga terendah dalam dua bulan terakhir.
Sementara itu dokter Prancis telah mengklaim bahwa hasil tes baru pada sampel dari pasien menunjukkan virus corona hadir di negara itu tahun lalu.
Berbeda dengan Rusia, perkembangan virus corona tampaknya berkembang sangat pesat, bahkan hingga mencatatkan kasus sekitar 10.000 infeksi baru.
Tetapi tingkat kematian Rusia tetap rendah dibandingkan dengan negara lain. Pada hari Minggu tercatat 58 kematian, sehingga total menjadi 1.280.
Inggris mencatat 315 kematian baru dan memiliki jumlah kematian tertinggi ketiga di belakang AS dan Italia. Namun pejabat Inggris mengatakan wabah telah memuncak dan jumlah penerimaan pasien di rumah sakit menurun.
Virus Diklaim Sudah Ada Sejak Tahun Lalu
Seorang kepala perawatan intensif, Yves Cohen, di wilayah Paris mengatakan kepada media setempat bahwa virus corona ada di Prancis pada 27 Desember 2019, sebulan sebelum kasus pertama dikonfirmasi.
Yves Cohen mengatakan kepada BFMTV bahwa timnya telah meninjau kembali tes negatif untuk flu dan virus corona lain pada 24 pasien yang telah berada di rumah sakit dengan gejala pernapasan pada bulan Desember dan Januari.
Baca Juga: Misterius! Virus Corona yang Dominan di Prancis Bukan dari China
"Dari 24 pasien, kami memiliki satu hasil positif untuk COVID-19 pada 27 Desember ketika dia (pasien) berada di rumah sakit bersama kami," ungkapnya.
Dr Cohen mengatakan dia telah melaporkan kasus ini ke otoritas kesehatan regional dan meminta tes negatif lainnya dari periode yang sama untuk diuji ulang.
Prancis berencana untuk melonggarkan lockdown pada 11 Mei. Anak-anak akan kembali ke sekolah secara bertahap, beberapa bisnis akan dibuka kembali, dan orang-orang dapat melakukan perjalanan dalam jarak 100 kilometer (60 mil) dari rumah mereka tanpa perlu ijin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi