Suara.com - Pandemi virus corona seakan sudah mengubah kehidupan dunia, termasuk industri media. Bahkan media online besar sekelas, Facebook, Twitter, hingga Google.
Hal tersebut terlihat dari aturan terbaru yang dikeluarkan oleh bos masing-masing mengenai kegiatan kerja. Ketiga media raksasa tersebut memperbolehkan karyawan bekerja dari rumah.
Facebook menjadi media pertama yang memperbolehkan karyawannya bekerja dari rumah hingga akhir tahun ini.
Menyadur dari The Verge, keputusan ini disampaikan juru bicara Facebook dan akan disampaikan langsung oleh Mark secepatnya.
Keputusan tersebut diambil Facebook dengan berbagai pertimbangan. Utamanya adalah informasi dari lembaga kesehatan masyarakat seperti Pusat Pengendalian Penyakit dan John Hopkins, serta instruksi pemerintah terkait virus covid-19.
Zuck juga menyampaikan Facebook membatalkan kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 orang hingga Juni 2021, termasuk konferensi Oculus Connect VR yang diganti menjadi online.
Setelah itu disusul oleh Google yang juga mengizinkan sebagian besar karyawannya bekerja dari rumah juga hingga akhir tahun 2020.
Jika mendapatkan izin dari pemerintah setempat, Google akan mulai membuka kantor secara global pada bulan Juni untuk beberapa karyawan. Akan tetapi, sebagian besar karyawan kemungkinan masih akan tetap bekerja dari rumah sampai akhir tahun.
Kemudian disusul oleh Twitter yang juga mengambil langkah yang sama, bahkan terlihat lebih berani. Dikutip dari Indian Express, Twitter akan mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah meski pandemi berakhir.
Baca Juga: Usai Pandemi Covid-19, Twitter Perbolehkan Karyawan WFH
Hal tersebut disampaikan melalui email oleh CEO Twitter Jack Dorsey kepada sekutar 5000 karyawannya pada Selasa (12/5/2020).
"Twitter adalah salah satu perusahaan pertama yang menggunakan model kerja dari rumah dalam menghadapi Covid-19, tetapi kami tidak mengantisipasi menjadi yang pertama untuk kembali ke kantor," kata Twitter dalam sebuah pernyataannya, dilansir dari situs USA Today.
Dalam pernyataan tertulis itu juga disebutkan, bekerja dari rumah yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir telah menjadi bukti bahwa metode itu berhasil.
"Jika karyawan kita berada dalam peran dan situasi yang memungkinkan mereka untuk bekerja dari rumah dan mereka ingin terus melakukannya selamanya, kita akan mewujudkannya. Jika tidak, kantor akan tetap menjadi tempat mereka yang hangat dan ramah, dengan beberapa tindakan pencegahan tambahan, ketika kami merasa aman untuk kembali," katanya.
Para ahli kesehatan masyarakat mengatakan tindakan ini kemungkinan berkontribusi pada keberhasilan physical distancing sejak dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!