Benih-benih ketertarikan mungkin sudah tertanam ketika ia melakukan perjalanan ke negeri-negeri Muslim saat ia kanak-kanak.
Yang jelas, keyakinan untuk beralih menjadi Muslimah tampak jelas setelah liburan di Roma, di mana ia bertemu Paus.
Ia menulis, "Ketika Paus tiba-tiba bertanya apakah saya pemeluk Katolik, saya kaget dan saya [spontan] menjawab bahwa saya Muslim."
Ia menjelaskan ia tak tahu mengapa ia memberikan jawaban ini ke Paus. Yang jelas, ini seakan menjadi momen untuk makin giat mempelajari Islam.
Alan Rooney masuk Islam tanpa pernah bertemu Muslim Ramadan 'terpanjang' dalam puluhan tahun di Inggris
Pakar sejarah William Facey, yang menulis kata pengantar memoar Lady Evelyn mengatakan, sering kali orang tertarik dengan Islam dan akhirnya memeluk Islam karena aspek spiritual dari agama ini.
Menurut Facey di balik perbedaan doktrinal, sebenarnya "agama-agama besar punya kesamaan asal".
Di Timur Tengah, Lady Evelyn, oleh kawan-kawan Arabnya, dikenal dengan nama Lady Zainab. Ia punya akses luas dan pernah menulis tentang "pengaruh dominan perempuan di budaya Muslim".
Pada usia 65 tahun, ia menunaikan haji ke Mekah, perempuan Inggris pertama yang melakukan ibadah ini.
Baca Juga: Begini Isi Penelitian Seks Tahun 1863-1940 Era Ratu Victoria
Perjalanan dan "pengalaman spiritual yang indah" kemudian ia tulis dalam buku yang diberi judul Haji ke Mekah.
Tak banyak diketahui soal kehidupan Lady Evelyn setelah ia menunaikan haji.
Ia sempat ke Kenya, namun selain fakta ini, praktis tak banyak terungkap sisi-sisi kehidupan pribadinya.
Ia meninggal dunia pada 1963 pada usia 95 tahun di satu panti jompo di Inverness dan dimakamkan di Glencarron estate di Tanah Tinggi Skotlandia.
Di surat yang ia tinggalkan ia antara lain meminta agar dipahat salah satu ayat dari Surat An Nur di batu nisannya.
Pahatan ayat Quran dirusak, mungkin oleh orang yang tidak setuju dengan pandangan ke-Islam-an Lady Evelyn.
Dalam memoarnya ia menulis, "Saya sering ditanya sejak kapan dan mengapa saya memeluk Islam."
"Saya hanya bisa menjawab bahwa saya tak tahu kapan tepatnya kebenaran Islam masuk ke jiwa saya."
"Sepertinya saya ini sudah Muslim sejak dulu."
Abdullah Quilliam: Tergerak hati lihat salat khusyuk di kapal yang diterjang angin kencang
Pengacara William Henry Quilliam tertarik dengan Islam ketika melihat orang-orang Maroko salat dengan sangat khusyuk di satu kapal feri pada 1887.
"Mereka tampak tenang, tak terganggu sedikit pun oleh angin kencang maupun kapal yang terombang-ambing. Saya sangat terkesan melihat wajah-wajah teduh mereka," kata Quilliam.
Pada usia 31 tahun, ia resmi masuk Islam setelah berbincang-bincang soal agama ini di Tangiers, Maroko.
Ia mengatakan bahwa Islam "masuk akal, logis, saya merasa tak bertentangan sama sekali dengan keyakinan yang saya anut."
Islam tidak mengharuskan mualaf mengganti nama, namun ia memutuskan untuk menggunakan nama Abdullah.
Ketika kembali ke Inggris, masih pada 1887, ia menjadi dai dan disebut ikut berperan penting dalam perpindahan agama sekitar 600 orang di seluruh Inggris.
Ia juga mendirikan masjid pertama di Inggris pada tahun tersebut di dekat Liverpool.
Quilliam menulis pamflet yang merangkum aspek-aspek agama Islam yang ia beri judul Faith of Islam.
Penguasa Inggris ketika itu, Ratu Victoria, meminta agar pamflet ini diterjemahkan ke 13 bahasa.
Ia dilaporkan memesan enam eksemplar untuk keluarga kerajaan.
Pada 1894, sultan kekaisaran Utsmaniyah, dengan persetujuan Ratu Victoria, mengangkat Quilliam sebagai Syekh untuk Inggris Raya, yang mencerminkan peran penting Quilliam di komunitas Muslim ketika itu.
Di balik pengakuan penting yang diterima Quilliam, banyak warga Muslim di Liverpool yang mendapatkan perlakuan buruk.
Mereka dilecehkan, bahkan dilempar dengan batu bata atau kotoran kuda.
Quilliam meyakini orang-orang yang menyerang warga Muslim ini "telah dicuci otak sehingga percaya bahwa pemeluk Islam adalah orang-orang yang jahat".
Di Liverpool, ia dikenal suka membantu kalangan bawah dan mendorong pembentukan serikat buruh.
Kariernya sebagai pengacara terhenti ketika ia membantu seorang klien perempuan yang menggugat cerai suaminya.
Perempuan ini yakin suaminya selingkuh dan bersama Quilliam ia membuat jebakan. Upaya ini gagal dan izin Quilliam sebagai pengacara dicabut.
Ia meninggalkan Liverpool pada 1908 agar skandal ini tidak menjadi besar dan tidak berdampak terhadap komunitas Muslim.
Ia pindah ke London dan memakai nama Henri de Leon, meski banyak yang tahu bahwa itu adalah nama baru Quilliam, kata penulis buku tentang Quilliam, Profesor Ron Geaves.
Karismanya yang meredup tak menghalangi langkahnya untuk aktif membantu pembangunan masjid di Woking pada 1889, masjid tertua kedua di Inggris.
Ia meninggal dunia pada 1932 dan dimakaman di kota itu.
Masjid yang ia dirikan di Liverpool pada 1887 hingga hari ini masih memakai nama Masjid Quilliam.
Robert Stanley: Baru terungkap masuk Islam 100 tahun kemudian
Narasi sejarah Muslim era Victoria biasanya banyak diisi oleh kisah kalangan menengah kelas atas yang masuk Islam.
Bisa dipahami karena tradisi pencatatan mereka jauh lebih baik, kata Christina Longden, yang menemukan bahwa leluhurnya, Robert Stanley, memeluk Islam setelah ayahnya menelusuri silsilah keluarga.
Robert Stanley berasal dari kelas pekerja namun kemudian bisa menjadi wali kota Stalybridge, di dekat Manchester pada 1970-an.
Longden, yang menulis buku dan naskah drama tentang Stanley, menuturkan bahwa Stanley secara berkala menulis tentang kolonialisme Inggris di penerbitan yang dikeluarkan oleh Masjid Quilliam di Liverpool.
Stanley bertemu Quilliam pada akhir 1890-an setelah ia tak lagi menjadi politisi. Keduanya kemudian menjadi teman akrab.
"Stanley 28 tahun lebih tua dibandingkan Quilliam, jadi mungkin ada hubungan semacam bapak-anak," kata Longden.
Stanley mengucapkan kalimat syahadat pada 1898 pada usia 70 tahun dan kemudian memakai nama Reschid.
Penelusuran yang dilakukan Longden menunjukkan di Stalybridge ketika itu tak ada warga Muslim lain kecuali Stanley.
Stanley pindah ke Manchester dan meninggal dunia di kota itu pada 1911.
Langkah Stanley memeluk Islam ditutup rapat oleh pihak keluarga dan baru terungkap oleh keluarga Longden pada 1998.
Temuan ini Longden komunikasikan dengan cucu Quilliam yang mengatakan jika fakta ini tak diungkap, orang selamanya tidak akan tahu bahwa Robert Stanley adalah termasuk pionir komunitas Muslim di Inggris.
Kebetulan saudara laki-laki Longden, Steven, masuk Islam pada 1991 setelah belajar di Mesir.
Steven mengatakan dirinya kaget, dalam konteks terkejut yang menggembirakan, begitu tahu bahwa leluhurnya adalah seorang Muslim.
Keputusan masuk Islam pada abad ke-19, yang bagi masyarakat Inggris ketika itu tentu akan dianggap sebagai keputusan yang sangat aneh, mungkin adalah bagian dari karakter Manchester yang dipunyai Robert Stanley, kata Steven.
"Orang tak takut memegang prinsip dan menyampaikan keyakinan yang dianut, baik itu terkait dengan politik maupun agama," tambahnya.
Berita Terkait
-
Jalan Panjang Eks Pebulutangkis Maria Febe Jadi Mualaf: Senang Dengar Adzan
-
Kisah Mualaf Warga Baduy: Keluar dari Daerah Adat dan Serius Dalami Islam
-
Mualaf, Cindy Caroline Menangis di Sujud Saat Salat Pertama Kali
-
Bukan Teh Manis, Ini Minuman yang Direkomendasikan Untuk Buka Puasa
-
Sempat Sebut Agama Islam Aneh, Penulis Ini Akhirnya Putuskan Jadi Mualaf
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG