"Prove me. If you right that the track could call out whatever ghosts. I'll delete the track on all platforms plus the Music Video. (Buktikan. Jika kamu benar lagu itu memanggil hantu apa pun. Saya akan menghapus lagu itu di semua platform termasuk video musiknya)"
"But if you wrong, make an apologize video that you just spreading hoax bout our song, do the make up challenge video, post it. (Tapi jika kamu salah, buat video permintaan maaf bahwa Anda baru saja menyebarkan hoaks tentang lagu kami, buat video tren make up, dan posting itu)," tulis Reza Arap, Jumat (5/6/2020).
Tantangan Reza Arap ini diikuti dengan serangan warganet kepada Wan Dazrin. Kekinian, sang da'i menyampaikan permintaan maaf setelah menerima banyak serangan warganet.
Ia beralasan kalau pernyataan tersebut hanya untuk menasehati umat Muslim di Malaysia. Wan Dazrin tidak berniat menyudutkan budaya Jawa.
"Permohonan Maaf Terbuka Kepada Orang-orang Jawa. Saya sebenarnya bertujuan menasihati umat Islam di Malaysia untuk berhati2 dengan ‘Sesetengah’ kepercayaan ritual drpd perbuatan Lathi Challenge & tidak pernah berhasrat menuduh budaya Jawa secara keseluruhan. Saya minta maaf ya," ucap Wan Dazrin melalui Twitter, pada Sabtu (6/6/2020).
BACA JUGA: Viral Foto Pemuda Makamkan Sendiri Ayah yang Meninggal Diduga karena Corona
Pedakwa sekaligus host televisi ini lantas menarik ulang pernyataannya yang menyebabkan kemarahan.
"Maafkan saya atas kekhilafan penggunaan perkataan dalam nasihat yang disampaikan. Orang-orang Islam di Jawa, moga terus maju jaya," tulis Wan Dazrin.
Ia juga menegaskan kalau dirinya tidak pernah mengatakan kalau Lathi Challenge adalah haram.
Baca Juga: Sinopsis The Hunger Games, Kompetisi Maut untuk Bertahan Hidup
"Sekali lagi, saya tidak pernah menghukumkan mana-mana ‘Lathi challenge’ sebagai haram. Saya bukan Mufti. Saya minta hentikan perbuatan itu bertujuan atas nasihat-menasihati. Hentikan supaya umat Islam tidak menjadi semakin lalai atau rugikan masa yang ada daripada Allah SWT," ujar Wan Dazrin.
Untuk diketahui, lagu "Lathi" merupakan hasil kolaborasi Weird Genius dan penyanyi Sara Fajira. Lagu ini sukses menjadi perhatian pecinta musik Tanah Air belakangan ini.
Lathi sendiri merupakan ciptaan Reza Arap, Eka Gustiwana, dan Gerald Liu yang tergabung dalam Weird Genius, sebuah grup musik elektronik.
Lagu yang diracik mereka cukup unik karena melebur unsur Electronic Dance Music (EDM) dan tradisional Jawa.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Poster Kelas Poligami saat New Normal, Pendaftaran Rp 3,5 Juta
-
Dikejar Anjing, Kurir Pengantar Barang Keluarkan Kekuatan Super Tak Terduga
-
Viral Foto Pemuda Makamkan Sendiri Ayah yang Meninggal Diduga karena Corona
-
Akun Twitter Jerinx SID Dilaporkan, Sule Ketahuan Mabuk
-
Kecanduan Game PUBG, Wanita Ini Kabur Tinggalkan Suami dan Anak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan