News / Internasional
Minggu, 21 Juni 2020 | 10:01 WIB
[BBC]

Kundan Kumar Yadav

Kundan Kumar meninggalkan seorang istri dan dua bocah, berusia enam dan empat tahun.

"Sekitar jam 10 malam, ada telepon yang memberi tahu kami tentang kematiannya," kata ayahnya, Niminder Yadav.

Ayah Kundan, Niminder Yadav adalah seorang petani, tetapi empat anggota keluarganya adalah tentara. Keluarganya mengatakan Kundan sempat mengontak mereka hanya empat hari yang lalu.

Mereka terakhir melihatnya pada Februari, ketika dia datang untuk acara mundan salah-satu putranya - sebuah ritual Hindu berupa mencukur rambut untuk pertama kalinya bagi sang anak.

"Kami bangga atas pengorbanannya. Kami bangga ada salah-seorang saudara kami telah menyinari desa kami," kata Praveen Anand, pemimpin desa setempat.

Sunil Kumar

Sunil Kumar, warga Distrik Patna di negara bagian Bihar bergabung dengan tentara pada 2002. Dia menikah dengan tiga anak.

Ayahnya syok. Keluarganya mengatakan dia tidak mampu mengutarakan sepatah kata pun semenjak dia menerima berita kematian Sunil. Saudaranya, Anil Kumar, menuntut agar pemerintah memperhatikan keluarganya.

Baca Juga: Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi! Presiden Ke-7 Indonesia

"Istri Sunil berpendidikan. Dia harus diberi pekerjaan, dan pemerintah harus membiayai pendidikan ketiga anaknya," katanya.

Chandan Kumar

Keluarga Chandan tidak mendengar panggilan telepon dari perwira senior untuk memberi tahu tentang kematian anaknya. Mereka baru tahu Chandan tewas keesokan paginya.

Mereka begitu khawatir, karena belum mendengar sama-sekali kabar anaknya selama enam hari.

Chandan telah bertugas di dunia ketentaraan selama dua tahun. Dia adalah anak bungsu dari empat bersaudara, yang semuanya adalah tentara.

Jai Kishore Singh

"Saya mendapat telepon sebulan yang lalu. Dia mengatakan mereka sedang dikerahkan di kawasan pegunungan. Jika tidak ada sinyal di sana, kita tidak akan dapat saling kontak. Dia mengatakan kita bisa berbicara setelah dia kembali," kata Raj Kapoor Singh, ayah Jai Kishore Singh.

Namun panggilan itu tidak pernah datang. Sebaliknya, pada Rabu pagi, keluarga diberitahu bahwa putra mereka terluka parah. Dua jam kemudian, mereka diberitahu bahwa dia tutup usia.

Singh mengatakan dia ingin ada tugu peringatan untuk mengenang putranya, dan lokasinya yang berada di tempat umum, diberi nama sesuai nama anaknya.

"Anak saya sudah pergi, tetapi ingatan atas dirinya harus tetap ada. Itu akan membantu kami dalam menjalani sisa hidup kami," katanya.

Load More