Suara.com - Beberapa hal janggal dalam rencana reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol mulai disoroti. Kali ini permintaan lahan lima persen dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai hak milik pemprov menuai kritikan.
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, permintaan lima persen itu tidak jelas dasarnya. Bahkan, ia menganggap hal ini diputuskan sendiri oleh Anies.
"Dasar perhitungan lima persen lahan reklamasi sebagai milik DKI juga tidak jelas dasarnya, dan diputuskan sepihak oleh Gubernur tanpa konsultasi ke DPRD," ujar Gilbert saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2020).
Gilbert mengatakan, seharusnya penentuan lahan lima persen ini melalui konsultasi berbagai pihak termasuk DPRD. Bahkan, izin Anies untuk mereklamasi sudah keluar sebelum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terbit.
Karena itu, ia mencurigai motif Anies tiba-tiba menentukan adanya jatah lima persen lahan reklamasi. Ia khawatir ada oknum yang memiliki kepentingan tengah diakomodir oleh Anies sendiri.
"SK ini menjadi preseden buruk dalam tata pamong, dan sarat kepentingan," tuturnya.
Karena itu, Anies diminta untuk menjelaskan lebih rinci mengenai proses penentuan laham lima persen itu. Sebab, karena proyeknya juga masih lama dikerjakan, belum ada hal yang mendesak sehingga Anies harus mengeluarkan diskresi.
"Tidak ada hal yang mendesak untuk kemudian menyebut diskresi," katanya.
Baca Juga: PDIP Tak Percaya Reklamasi Ancol Hanya Gunakan Tanah Kerukan Sungai
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali