Suara.com - Kasus prostitusi anak yang terjadi di Penginapan Ghozy Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan berhasil dibongkar Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel).
Dalam kasus tersebut polisi mengamankan tiga warga Toboali, masing-masing berinisial EL (17) yang masih berstatus pelajar SMP, kemudian perempuan berusia 16 tahun, sebut saja namanya Bunga dan AN (21) ibu rumah tangga.
Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Maladi mengatakan, kasus prostitusi yang melibatkan anak tersebut terjadi pada Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.
"Kasus ini dilakukan oleh anak berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial EL (17), perempuan Warga Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, dengan melibatkan pekerja seks komersial (PSK) yang masih berstatus anak yaitu sebut saja Bunga (16) pelajar Kelas 3 SMP warga Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan," ujar Maladi, Kamis (16/7/2020).
Proses penangkapan tersebut berawal dari transaksi yang dilakukan oleh EL dengan pemakai jasa PSK (informan) yang tarifnya disepakati Rp 1,5 juta. Selain itu, ditambah jasa untuk pelaku sebesar Rp 600 ribu dengan total uang yang harus diserahkan sebesar Rp 2.100.000.
Kemudian setelah terjadi kesepakatan antara pemakai dengan pelaku, ditentukan tempat untuk melakukan praktik prostitusi tersebut di Penginapan Gozhi yang beralamatkan di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka selatan pada pukul 16.30 WIB.
Selanjutnya, pelaku bersama temannya yaitu saksi berinisial EL mengantar kedua PSK ke kamar 207 dan 210. Setelah kedua PSK diserahkan kepada informan dan uang transaksi diterima oleh pelaku, kemudian terjadi penangkapan oleh Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepulauan Babel dengan barang bukti yang diamankan uang sejumlah Rp1.500.000, satu unit telepon genggam dan satu buah tas kecil warna hitam.
"Saat ini anak (pelaku) beserta PSK dan saksi EI telah diamankan Mapolda Babel guna proses penyidikan lebih lanjut," katanya.
Kontributor : Wahyu Kurniawan
Baca Juga: Korban Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata Rata-rata Putus Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran