Suara.com - Pasar Timbul, Jalan Tomang Tinggi, Jakarta Barat terbakar pada Jumat (7/8/2020) dini hari tadi. Kesaksian warga, peristiwa diawali dari percikan api yang terlihat dari toko sembako yang berada di pusat pasar.
Cahyaman (50), salah satu warga sekitar menceritakan, situasi diawali dari padamnya listrik di lingkungan sekitar sekira pukul 00.30 WIB.
Kemudian, listrik kembali menyala dan tiba-tiba warga melihat adanya percikan api muncul di salah satu toko di Pasar Timbul.
"Ada percikan api di toko tengah posisinya. Api terlihat dari dalam bangunan," kata Cahyaman saat ditemui Suara.com di lokasi.
Melihat hal itu, kemudian warga langsung saling bergotong royong berupaya memadamkan percikan api dengan perlengkapan seadanya. Namun, justru api semakin besar.
"Warga berusaha memadamkan apinya dengan air yang ada dengan tabung dan kaso untuk dobrak toko itu," ujarnya.
"Tapi toko itu karena banyak sembako itu api berputar, api makin besar lalu merayap geser terus," sambungnya.
Di pasar tersebut terlihat juga ada toko gas. Warga sempat mengevakuasi beberapa tabung. Namun, api sudah kadung membesar akhirnya merembet dan besar menyulut gas yang tersisa.
"Itu (tabung gas) yang buat api makin besar. Dan membakar rumah toko di seberang pasar juga," katanya lagi.
Baca Juga: Dilahap Si Jago Merah Dini Hari Tadi, Begini Kondisi Pasar Timbul Sekarang
Menurut Cahyaman, warga kemudian menghubungi pemadam kebakaran. Setengah jam petugas damkar datang dan akhirnya api padam menjelang ba'da Subuh.
Ditemui di lokasi yang sama, Lurah Tomang, Dwi Kurniasih mengatakan, dugaan sementara kebakaran akibat adanya korsleting listrik.
Namun belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.
"Kerugian belum bisa ditaksir masih pendataan. Pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan," ujarnya.
Sebelumnya, kebakaran terjadi pada pukul 01.30 WIB di Pasar Timbul, Jalan Tomang Tinggi RT 10/ RW07 Jakarta Barat.
Sebanyak 25 unit armada Damkar dan petugas gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran itu.
Berita Terkait
-
Dilahap Si Jago Merah Dini Hari Tadi, Begini Kondisi Pasar Timbul Sekarang
-
Pasar Timbul Jakbar Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Jumat Dini Hari, 2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta
-
Bukannya Panggil Damkar, Pria Ini Malah Melamar Pacar saat Flatnya Terbakar
-
Niatnya Romantis, Pria Ini Malah Bakar Apartemen saat Melamar Pacar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu