Suara.com - Seorang pria di Prancis diserang menggunakan tongkat baseball hingga pingsan saat mengingatkan seseorang untuk memakai maskernya.
Menyadur Daily Mail, Sabtu (8/8/2020), insiden tersebut menimpa Augustin M, diserang di sebuah tempat laundry di Soisy-sous-Montmorency, sebuah kota komuter di utara Paris.
Ayah berusia 44 tahun tersebut mengatakan ia mendekati salah satu penyerangnya pada Minggu sore karena khawatir dengan penyebaran Covid-19.
"Saya memintanya untuk memakai maskernya, tetapi dia menolak, situasinya menjadi tegang." kata Augustin.
Kemudian terjadi pertengkaran verbal, dan beberapa menit kemudian salah satu pria yang terlibat kembali dengan tiga temannya, dua di antaranya membawa tongkat baseball.
"Saya sendirian di ruang laundry dan kali ini dua pria lain bergabung dengan mereka," kata Augustin.
"Mereka memukuli saya dengan tongkat baseball dan saya jatuh ke tanah. Mereka terus memukul saya saat saya jatuh dan saya pingsan selama beberapa menit." jelasnya.
Video dari kamera CCTV yang diberikan kepada surat kabar Le Parisien dan kemudian diposting secara online menunjukkan Augustin dipukul berulang kali sebelum dia pingsan.
Setelah mengeroyok Augustin hingga pingsan, mereka kemudian dengan tenang meninggalkannya, kemudian Augustin mengajukan laporan kepada polisi atas tindakan kekerasan.
Baca Juga: Soal Kampanye Pakai Masker, Fahira Idris: Pejabat Publik Harus Jadi Contoh
Akibat serangan tersebut, Augustin menderita luka serius yang membuatnya harus mengambil cuti enam hari.
Dia dilarikan ke rumah sakit Simone-Veil dan didiagnosis menderita cedera di kepala dan memar parah di lengan dan kaki.
Mengacu pada anak-anaknya, Augustin berkata: "Mereka melihat saya berdarah. Mereka baru berusia lima dan tujuh tahun dan mereka mengalami trauma."
Kejadian penyerangan tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi di Prancis. Pada Juli, sopir bus Philippe Monguillot dipukuli hingga tewas setelah mengingatkan untuk memakai masker.
Monguillot berulang kali dipukul dan ditendang oleh sekelompok pria pada hari Minggu 5 Juli saat bekerja di sebuah bus trem.
Dia ditemukan tidak sadarkan diri oleh layanan darurat sebelum dinyatakan gegar otak, dan kemudian meninggal di rumah sakit beberapa hari kemudian.
Dua pria tak dikenal didakwa dengan percobaan pembunuhan, sementara dua lainnya didakwa karena gagal membantu seseorang dalam bahaya, dan yang kelima didakwa mencoba menyembunyikan tersangka.
Warga Prancis kini diwajibkan untuk menggunakan masker di semua transportasi umum dan di semua ruang publik dalam ruangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi