Suara.com - Logo Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) lagi-lagi menuai sorotan warganet.
Akun Twitter @mbot pada Selasa (18-8/2020) mengunggah foto kumpulan logo-logo HUT RI dari masa ke masa.
“Indonesia pernah mengalami kemandekan kreativitas selama 10 tahun”, ungkapnya.
Unggahan milik @mbot yang mengkritisi monotonnya logo HUT RI tahun 2005-2014 sontak viral di media sosial.
Hingga tulisan ini dibuat, unggahan ini telah mendapatkan lebih dari 4.600 retweets dan lebih dari 13.000 likes.
Dalam foto kumpulan logo-logo tersebut, logo tahun 2005 sampai 2014 tampak mirip. Angkanya setipe, digit kedua posisinya lebih rendah daripada digit pertama.
Selain itu, tulisan Kemerdekaan Republik Indonesia yang terletak di bawah angka pun tampak seragam.
Begitu juga bendera yang ada pada sisi kanan atas, hanya berbeda jumlah benderanya saja.
Hal ini pun dirasakan oleh pemilik akun Twitter @afianditomuda: “Gue udah ngerasa banget nih dulu setiap logo 17-an sama mulu desainnya, tapi sebagai anak kecil saat itu gue lebih memilih bodo amat”.
Baca Juga: Menggapai Cita-cita dengan Membaca
Unggahan ini mendapat bermacam-macam komentar dari warganet. Sejumlah warganet menganggap bahwa monotonnya logo HUT RI ini terjadi karena kurangnya kreativitas designer.
"Mungkin karena uang designernya dipangkas. Jadi desainnya sederhana. Ya setara kayak harga teman gitu lah..." timpal @dzulalwi
Namun, sejumlah netizen menganggap bahwa hal ini bukan semata-mata salah designernya.
“Sebenarnya belum tentu sih. Aku yakin designernya udah bikin berbagai design dengan segala macam latar belakang. Tapi last directionnya memutuskan untuk begitu”, ungkap pengguna akun Twitter @hidalay.
Komentar lucu dari warganet banyak bermunculan di unggahan tersebut. Bahkan, beberapa warganet mengeluarkan lelucon yakni kira-kira logo tahun-tahun kedepan akan seperti apa.
"Untuk logo tahun depan sudah jadi hahaha...", imbuh akun @latief_lg dengan menyertakan foto sebuah rokok yang dalam logonya tertulis angka 76.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan