Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tengah menjadi perbincangan publik setelah dirinya dikabarkan terpapar virus corona atau Covid-19. Simak profil Edhy Prabowo selengkapnya berikut ini.
Edhy Prabowo menjadi salah satu sosok yang namanya paling sering disebut-sebut publik di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Ia adalah seorang kader Partai Gerindra yang juga menjadi bagian dari lingkaran orang terdekat Prabowo Subianto.
Nama Edhy Prabowo masuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 setelah Prabowo memutuskan untuk berkoalisi dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Cek profil lengkap Edhy Prabowo di bawah ini.
Latar Belakang Edhy Prabowo
Edhy Prabowo lahir di Muara Enim, Sumatra Selatan, pada 24 Desember 1972 dari pasangan Sutopo dan Sri Rejeki. Dirinya menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri I Unggulan Muara Enim, kemudian masuk di Akabri Magelang pada tahun 1991. Hanya dua tahun, Edhy harus keluar karena mendapat sanksi dari kesatuan.
Edhy kemudian merantau ke Jakarta hingga berkenalan dengan Prabowo Subianto yang saat itu masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD. Edhy kemudian ditawari untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo oleh Prabowo Subianto.
Prabowo pun bersedia untuk membiayai kuliah Edhy di Universitas Moestopo dengan mengambil jurusan Ekonomi Manajemen di tahun 1997. Setelah itu, Edhy Prabowo melanjutkan pendidikannya di Swiss German University mengambil bisnis di tahun 2004.
Lama kelamaan, Edhy menjadi orang kepercayaan Prabowo yang setia. Di tahun 2005, Edhy aktif berorganisasi di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan HKTI.
Baca Juga: Menteri Edhy Prabowo Terpapar Covid-19 Sepulang Kunjungan Kerja
Kemudian di tahun 2007, dirinya memulai bisnisnya dengan mendirikan perusahaan jasa keamanan, PT Garuda Security Nusantara dan menjabat menjadi Presiden Direktur, serta menjadi Komisaris di PT Kiani Lestari Jakarta, perusahaan kertas milik Prabowo.
Perjalanan Karier Politik Edhy Prabowo
Setelah Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy kemudian maju sebagai calon DPR RI di kampung halamannya yaitu Dapil Sumatera Selatan II dan berhasil lolos ke Senayan karena mendapatkan suara terbanyak.
Edhy Prabowo dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra (2012 - sekarang).
Lalu pada tanggal 23 Oktober 2019, Edhy Prabowo dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Jokowi Widodo.
Edhy Prabowo Dikabarkan Positif Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum
-
Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa
-
Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya
-
Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California
-
Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?
-
Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang
-
Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan