Suara.com - Seorang pencuri smartphone mengembalikan kepada pemiliknya ketika ia frustrasi tidak bisa mengoperasikannya.
Menyadur Khaleej Times, Selasa (8/9/2020) pencurian tersebut terjadi di Benggala Barat, India, ketika seorang pria meninggalkan ponsel cerdasnya di sebuah toko permen yang kemudian dicuri.
Pria yang kehilangan tersebut mengajukan laporan kepada polisi setelah ia merasa kehilangan telepon genggamnya.
Polisi mengatakan, saat melakukan penyelidikan, ternyata smartphone itu dicuri oleh seorang pria berusia 22 tahun yang ada di toko permen di Burdwan Timur, Benggala Barat.
Smartphone yang hilang tersebut diperkirakan senilai 45.000 rupee atau sekitar Rp 9 juta rupiah.
Sementara itu, beberapa hari kemudian pria itu kembali mencoba menelepon melalui telepon curiannya dan yang mengejutkan pencuri itu menjawab panggilan tersebut.
Menurut laporan di Hindustan Times, pelaku memberi tahu pria tersebut bahwa dia ingin mengembalikan teleponnya karena dia tidak dapat mengoperasikannya.
"Saya terkejut ketika pria itu menerima telepon dan mengatakan ingin mengembalikan ponsel saya," kata pemilik telepon itu.
"Saya mengambil ponsel pada hari yang sama dari kediamannya dengan bantuan polisi. Dia bahkan menyatakan penyesalan atas tindakannya," sambungnya.
Baca Juga: Ditutup 5 Bulan, Kereta Bawah Tanah India Sudah Beroperasi Kembali
Saat pencuri mengembalikan telepon ke pemiliknya, dia meminta polisi untuk tidak menangkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan