- Indonesia Design District PIK2 berkolaborasi dengan Salone del Mobile.Milano menghadirkan pameran karya internasional pada tahun 2026.
- Pameran menampilkan lima puluh lima karya pilihan desainer muda internasional untuk memperkaya pengalaman pengunjung di Jakarta.
- Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan karya lokal agar dapat memasuki jaringan industri dan pasar internasional.
Suara.com - Bagi pencinta desain, arsitektur, dan ruang kreatif, perjalanan ke PIK2 kini menawarkan pengalaman yang berbeda. Tak hanya berkeliling melihat berbagai produk interior, pengunjung juga bisa menemukan karya desainer muda dari berbagai negara dalam satu kawasan.
Pengalaman tersebut hadir melalui Indonesia Design District (IDD) PIK2 yang menjadi salah satu ruang berlangsungnya Indonesia Design Week (IDW) 2026. Tahun ini, IDD PIK2 berkolaborasi dengan Salone del Mobile.Milano untuk mempertemukan ekosistem desain Indonesia dengan panggung internasional.
Salah satu yang menarik perhatian adalah SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition yang menghadirkan 55 karya pilihan dari koleksi SaloneSatellite.
Kehadirannya memberikan kesempatan bagi pengunjung di Jakarta untuk melihat lebih dekat bagaimana gagasan dan eksperimen desainer muda diterjemahkan menjadi karya desain.
Founder dan Kurator SaloneSatellite Marva Gricin Wilshire mengatakan dirinya melihat perkembangan menarik dalam ekosistem desain Indonesia.
“Saya sangat senang dengan minat mereka terhadap desain Italia. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya ke sini pada September. Sekarang saya kembali dan sangat terkejut dengan perkembangan serta berbagai hal terkait desain Italia yang terjadi di sini,” ujar Marva.
SaloneSatellite sendiri dikenal sebagai platform yang memberikan ruang bagi desainer muda berusia di bawah 35 tahun. Sejak 1998, platform tersebut menjadi tempat bertemunya talenta kreatif dengan industri desain, termasuk produsen dan pelaku bisnis.
Bagi pengunjung, kehadiran pameran ini membuat aktivitas menjelajahi IDD PIK2 tidak sekadar melihat-lihat produk. Ada kesempatan untuk mengenal berbagai pendekatan desain, material, bentuk, hingga gagasan yang berkembang di kalangan desainer muda.
CEO IDD PIK2 Ipeng Widjojo mengatakan kawasan tersebut memang dirancang sebagai ruang yang mempertemukan toko, desainer, merek, dan pelaku industri.
“IDD ini sudah hadir di PIK2 selama tiga tahun, dengan 32 ribu meter persegi untuk space yang kebetulan juga memang kebanyakan itu adalah toko-toko desain yang sudah ada ekosistemnya dan menghadirkan kolaborasi toko, desainer maupun desainer dari luar juga,” katanya.
Kawasan dengan luas sekitar 32 ribu meter persegi itu membuat pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai elemen desain dalam satu area. Mulai dari produk interior, furnitur, material, hingga instalasi dan pameran yang menghadirkan perspektif berbeda tentang dunia desain.
Menariknya, perjalanan desain tersebut tidak hanya berlangsung di Jakarta. Pada April 2026, IDD PIK2 lebih dulu hadir di Milan melalui IDD Pavilion dan mengikuti SaloneSatellite serta Skilled Craftsmanship + Innovation.
Kehadiran tersebut membawa karakter desain Indonesia melalui material seperti rotan, kayu, anyaman, logam, dan keramik. Kini, giliran Jakarta menjadi tempat hadirnya karya dan perspektif dari ekosistem desain internasional.
Bagi wisatawan maupun warga Jakarta yang mencari alternatif destinasi kreatif, IDD PIK2 dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu dengan pengalaman yang lebih visual dan inspiratif. Terlebih bagi mereka yang tertarik pada interior, furnitur, arsitektur, kerajinan, maupun tren desain.
Kolaborasi dengan Salone del Mobile.Milano juga membuat pengalaman tersebut terasa seperti melihat potongan kecil dari panggung desain global tanpa harus terbang ke Milan.
Di saat yang sama, kehadiran desainer dan karya dari Indonesia menunjukkan bahwa perjalanan tersebut berlangsung dua arah. Bukan hanya membawa desain internasional lebih dekat ke publik Indonesia, tetapi juga membuka kesempatan agar karya lokal semakin dikenal di luar negeri.
Ipeng berharap koneksi yang terbangun melalui kolaborasi tersebut dapat berlanjut hingga membawa karya desainer Indonesia masuk ke jaringan industri dan pasar internasional.
“Suatu hari IDD juga bisa hadir di platform internasional. Mungkin nama-nama mereka atau karya mereka akan lanjut di katalog-katalog producer store yang terbesar di dunia,” tutup dia.