Suara.com - Susanto (27) dan anak balitanya bernama Bulat (4) ditemukan oleh petugas SAR Pontianak dalam kondisi sudah tak bernyawa pada Selasa (8/9/2020) kemarin.
Ayah-anak itu merupakan korban terkait insiden kecelakaan kapal rute Sepok Laut-Sungai Kakap di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
"Korban pertama ditemukan, yakni Susanto (27) sekitar 1,1 kilometer dari lokasi kejadian yang ditemukan Selasa (8/9), kemudian anak korban atas nama Bulat (4) ditemukan tadi pagi sekitar 4,5 kilometer dari lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Yopi Haryadi saat dihubungi dari Pontianak, Rabu (9/9/2020).
Dia menjelaskan dengan ditemukannya kedua korban itu, pihaknya menutup proses pencarian dan kedua korban juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan selanjutnya.
"Kami bersama tim gabungan SAR yang terlibat dalam proses pencarian menyampaikan turut berduka cita, khususnya terhadap keluarga dan semua masyarakat agar dapat berhati-hati dan menghindari hal-hal yang membahayakan keselamatan," ujarnya.
Dia menambahkan hingga saat ini penyebab kebakaran kapal cepat itu masih belum diketahui secara pasti.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak mengimbau kepada operator dan pengguna layanan transportasi air memperhatikan kondisi cuaca.
"Selain itu, juga melengkapi peralatan penyelamatan, seperti jaket pelampung, alat komunikasi, dan lainnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Baca Juga: Prosesi Pemakaman di Mempawah Terhalang Akibat Bendungan Jebol
Berita Terkait
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara
-
Menggugat Integritas di Balik Tanding Ulang LCC Empat Pilar MPR RI
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK