Suara.com - Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa pihaknya telah membayar ganti rugi terhadap korban serangkaian penyerangan dan pengerusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.
Total ganti rugi berdasarkan rekapitulasi hingga Selasa (15/9/2020) tercatat sebesar Rp 778.407.000.
"Jumlah ganti rugi per 15 September 2020 mencapai Rp 778.407.000," kata Dudung dalam keterangan pers di Markas Pusmpomad, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).
Dudung menjelaskan, berdasarkan hasil rekapitulasi pengaduan tidak mengalami perubahan. Menurutnya, korban penganiayaan tetap 23 orang dan kerusakan materil 109 orang.
Sementara itu, pihaknya juga sudah memberikan ganti rugi dan santunan kepada seorang sopir media ANTV bernama Husni Maulana yang turut menjadi korban. Pemberian santunan itu diberikan langsung oleh KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa pada Sabtu (12/9) lalu.
"Terakhir pemberian santunan pada tanggal 12 September diberikan langsung oleh KSAD kepada saudara M Husni Maulana, yaitu driver dari ANTV," tuturnya.
Lebih lanjut, Dudung menyampaikan, untuk 2 anggota kepolisian yang kekinian masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto juga akan diberikan santunan.
"Akan diberikan santunan ketika selesai perawatan. Untuk biaya rawat. karena masih berjalan jadi belum dihitung totalnya," tandasnya.
65 Tersangka
Baca Juga: Update Kasus Polsek Ciracas: 65 Prajurit TNI jadi Tersangka dan Ditahan
Total 65 oknum prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan berdasarkan hasil penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan hingga Selasa (15/9/2020).
Rincian dari total tersangka itu yakni 57 oknum prajurit TNI Angkatan Darat, 7 oknum dari TNI Angkatan Laut dan 1 oknum dari TNI Angkatan Udara.
"Yang sudah dilaksanakan pemeriksaan sebanyak 90 personel terdiri 38 satuan. Dan yang sudah dinaikan statusnya sebagai tersangka dan ditahan 57 personel (TNI AD) terdiri dari 25 satuan," kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Letjen Dodik Widjanarko di Markas Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).
Menurut Dodik, ada sebanyak 33 personel dari matra Angkatan Darat kekinian telah dikembalikan ke kesatuannya. Hal itu lantaran mereka hanya diperiksa sebagai saksi.
"Saksi sipil yang sudah diperiksa, dari sebanyak 50 korban satu saksi korban penganiayaan saudara Husni Maulana pengemudi mobil ANTV setelah pulih dan dirawat secara intensif di RSPAD Gatot Soebroto," tuturnya.
Sementara itu Danpom TNI Mayjen Eddy Rate Muis menambahkan, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 29 prajurit TNI dari AL dan AU dan ditetapkan sebagai tersangka 8 oknum prajurit.
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang