Suara.com - Pemilik akun TikTok @yudi_sam alias Wahyudi Samosir membuat geger warganet setelah mengunggah video yang mengkritik adanya kepala desa yang diduga menimbun bantuan Covid-19.
"Siapa bapaknya kepala desa yang dapat bantuan covid tapi malah disimpan di rumah buat stock?" tulis Wahyudi dalam video yang diunggahnya, Senin (14/09/2020).
Dalam video dengan lampu kelap-kelip itu, Wahyudi memperlihatkan tumpukan bantuan yang diduga berisi mie instan dalam jumlah banyak.
Nampak berkardus-kardus mie instan tertata rapi di video berdurasi 11 detik tersebut.
Atas video kreasinya itu, kolom komentar akun TikToknya mendadak diserbu oleh warganet.
"Makan hak orang lain, tanggungan dunia akhirat," komentar pemilik akun @aisy***
"Gak amanah, biasanya orang yang begini, besok rumahnya kesamber gledek," sumpah warganet lainnya pemilik akun @Henry****.
Video itu bahkan sudah diputar hingga 194 ribu kali hingga artikel ini ditulis.
Tidak berhenti sampai di situ, video Wahyudi itu bahkan menjadi viral di media sosial Twitter usai disebarkan oleh pemilik akun @_HaddadP.
Baca Juga: Ada-ada Saja, Warganet Geram Gegara Ayam Goreng Dilumuri Saus Cokelat
"Pak tolong dicek ada yang nimbun bansos @BNPB_Indonesia," tulis keterangan video yang diviralkan itu.
Sama seperti di TikTok warga Twitter juga ramai-ramai menuliskan komentarnya masing-masing.
"Kalau liat tiktoknya si, kata dia itu nyindir kepala desa yang gak amanah, dia sendiri punya warung jadi itu stock warungnya," duga akun @caya**.
"Di desa lama yang dapat bantuan hanya sedikit kurang lebih 7 orang. Desa saya yang baru sekitar 40an lebih. Soalnya aku pindah tapi alamat masih di desa lama. Aktif di 2 desa wkwkwk. Tergantung yang mimpin. Kalo yang mimpin jujur enak," sambung warganet lainnya @siluman***.
Berita Terkait
-
Induk TikTok Mulai Garap Otak Mobil Listrik Lewat Kolaborasi dengan Seres Group
-
Festival Kecantikan di Jakarta, Ajak Perempuan Temukan Versi Cantiknya Sendiri
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Bantah Terima Suap Haji, Kubu Yaqut Sebut KPK Tak Tanya Soal Aliran Dana
-
Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari
-
Motif Skandal Riset Palsu di Denmark Hanya untuk Dapatkan Fasilitas Jalan-jalan
-
Mendiktisaintek Persilakan Kampus Kelola Dapur MBG, Bisa Jadi Laboratorium Praktik Mahasiswa
-
Cemburu Buta Berujung Bacok Pegawai Restoran di Tomang, Dua Pelaku Ditangkap
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!