Suara.com - Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan racun dari sianobakteri/cyanobacteria yang mencemari sumber air minum, kata pejabat setempat, Senin (21/9/2020).
Wakil Direktur Departemen Satwa dan Taman Nasional, Cyril Taolo, saat acara jumpa pers mengatakan jumlah gajah yang mati bertambah jadi 330, sementara pada Juli jumlah itu tercatat 281.
Namun, salah satu dokter hewan di Departemen Taman Nasional Botswana, Mmadi Reuben, mengatakan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
“Tes terbaru kami menunjukkan sebab kematian gajah berasal dari racun dari sianobakteri yang menyerang sistem saraf. Bakteri itu ditemukan dalam air (yang diminum gajah, red),” kata Reuben.
“Namun kami masih punya banyak pertanyaan yang belum terjawab, di antaranya mengapa hanya gajah yang mati dan mengapa hanya di daerah itu. Kami masih mendalami dan menyelidiki sejumlah hipotesis,” katanya dalam konferensi pers yang sama.
Di Zimbabwe, lebih dari 20 bangkai gajah ditemukan dekat area berburu terbesar di negara tersebut.
Otoritas setempat menduga gajah mati karena penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Populasi gajah di Afrika terus menurun karena aktivitas berburu. Namun di Botswana, tempat keberadaan sepertiga dari total populasi gajah Afrika, jumlah mamalia itu naik sampai sekitar 130.000 ekor. (Antara/Reuters)
Baca Juga: Makin Bertambah, Botswana Terus Selidiki Kematian Misterius 275 Gajah
Berita Terkait
-
Gajah Nia Melahirkan Anak, 14 Tahun Lalu Kena Jerat Manusia
-
Puji Syukur, Bayi Gajah Betina Sumatera Lahir di PLG Riau
-
Kabar Baik, Gajah Nia Melahirkan Usai 14 Tahun Dievakuasi
-
Alhamdulillah! Gajah Sumatera Korban Jerat Melahirkan di PLG Minas Riau
-
Bayi Gajah Lahir di PLG Minas Riau, Begini Kondisinya
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih
-
Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026
-
Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik
-
Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan
-
Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan
-
Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar
-
Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal
-
Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
-
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025