Suara.com - Parade karnaval Rio de Janeiro yang terkenal di dunia ditunda karena pandemi Covid-19 untuk pertama kali dalam 100 tahun.
Menyadur Al Jazeera, Sabtu (26/9/2020) pengumuman tersebut disampaikan oleh sekolah-sekolah samba yang menyelenggarakan acara tersebut pada hari Kamis (24/9).
Sekolah-sekolah Samba di Rio de Janeiro mengumumkan mereka akan menunda Karnaval Februari 2021 karena pandemi Covid-19, dan
"Kami sampai pada kesimpulan bahwa acara tersebut harus ditunda," kata Jorge Castanheira, presiden kelompok yang menyelenggarakan parade tahunan, Liga Independen Sekolah Samba Rio de Janeiro (LIESA).
"Semakin sulit mengadakan Karnaval tanpa vaksin. Tidak ada cara untuk mengadakan Karnaval tanpa keamanan." sambungnya.
Pihak penyelenggara juga mengatakan parade tersebut mungkin tidak akan berlangsung sampai vaksin pembasmi virus SARV-Cov-2 ditemukan.
Dikutip dari Sky News, Brasil memiliki kasus Covid-19 terburuk ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India, dengan lebih dari 4,6 juta kasus.
Korban tewas di negara terbesar Amerika Latin tersebut mencapai 139.808 jiwa, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat.
Castanheira mengatakan parade karnaval 2021 hanya bisa ditunda paling lama hingga Januari 2022, agar tidak mengganggu parade tahun berikutnya.
Baca Juga: Jangan Panik! 60% Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Jateng Masih Kosong
Parade tersebut biasanya diikuti oleh 13 sekolah samba terbaik di Brasil melalui Sambadrome di depan 90.000 penduduk lokal, turis, dan tamu VIP.
Parade Rio de Jenairo diadakan pada tanggal yang berubah-ubah setiap tahun karena festival tersebut sebagai periode Prapaskah Katolik Roma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?