"Jika ada niat nyata untuk merugikan ekonomi Prancis, maka semua produk Prancis akan diboikot," kata Villers kepada radio RTL, mengutip sektor penerbangan mewah belum terpengaruh.
Ekspor senjata merupakan bagian terbesar dari perdagangan Prancis dengan negara-negara seperti Qatar dan Kuwait, kata Frédéric Encel, seorang profesor geopolitik di Paris Business School.
"Kontrak semacam itu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dinegosiasikan", katanya kepada harian Prancis Le Parisien.
"Tidak ada masjid atau LSM yang dapat menghentikan penjualan pesawat pengebom Prancis atau jet tempur Rafale." sambungnya.
Menggambarkan boikot sebagai fenomena mikro, Encel mengatakan negara-negara Timur Tengah juga enggan memprovokasi tindakan pembalasan oleh mitra Prancis di Eropa.
"Untuk alasan ekonomi, pemerintah akan memastikan aksi protes tetap marjinal. Bagi kebanyakan negara Muslim, Uni Eropa adalah mitra dagang yang lebih penting daripada China, Amerika Serikat atau India. Mereka tidak dapat mengambil risiko terkena sanksi dari mitra dagang utama mereka." kata Encel kepada Le Parisien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan