Suara.com - Publik tengah dihebohkan oleh seorang wanita yang hampir saja menjadi korban penipuan oknum petugas kasir sebuah minimarket.
Kisahnya mendadak viral usai berulang kali dibagikan, salah satunya oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Jumat (30/10/2020) malam.
Wanita itu mengunggah sebuah video yang menceritakan kronologi penipuan saat membayar di kasir minimarket.
"Jadi tadi gue beli masker dua sama control film di minimarket biru. Dia bilang totalnya 64.300," ungkapnya sembari menunjukkan barang belian, sejumlah uang, struk pembayaran, dan kartu debit.
Saat wanita tersebut meminta struk, oknum petugas kasir mengatakan tidak keluar. Namun, wanita itu tetap mendesak agar struk segera dicetak. Sebab sebelumnya oknum petugas kasir sendiri sempat mengatakan perlu menunggu beberapa saat untuk mencetaknya.
Wanita itu mengatakan, oknum petugas kasir mendadak berubah menjadi panik. Kemudian, diberikan padanya struk belanja dan sejumlah uang. Hal itu membuatnya bingung dan bertanya-tanya. Usut punya usut, harga barang si wanita dengan total pembayaran tidak sama.
"Ternyata, dia bilang gini, 'kak ini tadi saya titip ya 8.000 beli donat'. Dia mau bohongin gue, tapi karena gue minta struknya jadi panik dan ngembaliin duit gue," ungkapnya.
Wanita itu kemudian menghimbau warganet agar selalu mengecek struk belanjanya guna menghindari penipuan oknum petugas minimarket tak bertanggung jawab. Adapun kejadian tersebut terjadi di sebuah minimarket area Jakarta Selatan.
Video curhatan wanita yang hampir saja ditipu oleh petugas kasir minimarket itu mendadak viral di media sosial. Unggahan @makassar_iinfo tersebut telah disukai puluhan ribu penggemar.
Baca Juga: Berjualan Lewat Aplikasi Bisa Jadi Peluang Usaha di Masa Pandemi
Sejumlah warganet ikut berkomentar. Tidak sedikit dari mereka mengatakan pernah mengalami hal serupa, ditipu oleh oknum petugas kasir minimarket.
"Bukan mau menjelekkan atau bagaimana, tapi kalau di 'minimarket biru' memang rada aneh. Harga yang dipajang sama pas dibayar juga gitu," kata @syia*********.
"Aku juga pernah di 'minimarket biru', pas minta setruk katanya kertas habis. Ya sudah percaya aja, tapi heran sampai di rumah kok bisa mahal padahal belanja dikit. Terus balik lagi dan minta struk. Akhirnya dia panik dan tulis di kertas. Ketahuan lebih sekitar Rp 30.000 uangnya," balas @gall******.
"Makanya saya sebelum bayar suka totalin belanjaan sebelum dibayar dan selalu saya foto harga yang tertera di etalase tokonya. Soalnya kadang berubah waktu di kasir," timpal @tobu*****.
"Sudah sering aku da ibuku kaya gini. Tapi bedanya aku didouble barangnya, jadi bayar dua kali gitu. Posisinya aku belanja bulanan, jadi banyak. Sama orang tua jua jadi gak perhatikan banget dan gak cek satu-sau. Tapi bukan di 'minimarket biru'. Jadi tetap hati-hati," sahut @iam**********.
Lihat videonya disini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen