Suara.com - Inggris mengusulkan larangan iklan online makanan cepat saji atau santapan rendah gizi, sebagai bagian dari upaya untuk menekan angka obesitas sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.
Menyadur Channel News Asia, kebijakan yang diluncurkan pada Selasa (10/11/2020) ini disebutkan semakin mendesak untuk diterapkan selama pandemi virus corona.
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan menahun yang terjadi di Inggris. Data pemerintah menyebut hampir dua pertiga orang dewasa di negara tersebut kelebihan berat badan.
Sementara satu dari tiga anak yang duduk di bangku sekolah dasar di Inggris dilaporkan kelebihan berat badan.
Tindakan pemerintah yang akan diterapkan jika kebijakan ini disetujui adalah melarang iklan online untuk makanan tinggi lemak, gula, garam.
"Kami tahu saat anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk online, orang tua ingin diyakinkan bahwa mereka tidak terpapar iklan yang mempromosikan makanan tidak sehat, yang dapat mempengaruhi kebiasaan makan untuk hidup," ujar Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.
Awal tahun ini, pemerintah mengatakan rencananya melarang televisi dan iklan online untuk makanan cepat saji sebelum pukul 21.00 malam.
Kendati demikian, draft yang diterbitkan pada Selasa memperkenalkan langkah lebih jauh dengan rencana larangan total secara online.
Lebih jauh, kebijakan ini termasuk iklan makanan cepat saji berbayar, iklan yang muncul di ponsel, serta iklan dalam konten yang dibagikan secara luas di media sosial.
Baca Juga: Trent Alexander-Arnold Cedera, Pelatih Inggris Panggil Jude Bellingham
Rencana tersebut akan dilakukan untuk konsultasi dengan industri, publik, dan pihak berkepentingan lainnya selama enam minggu depan.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelumnya telah menyorot sebuah riset yang mengungkapkan kelebihan berat badan terbukti meningkatkan risiko penyakit serius atau kematian akibat Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026