Suara.com - Pemerintah Amerika berencana memvaksinasi warganya dengan vaksin Covid-19 buatan Pfizer pada bulan Desember. Menyadur ABC News pada Rabu (11/11), Dr Fauci juga akan menerima vaksin tersebut.
Pakar penyakit menular dan tokoh medis paling tepercaya di Amerika Serikat, Anthony Fauci dan Menteri Kesehatan Alex Azar mengatakan kelompok prioritas tinggi akan menjadi yang pertama menerima vaksin.
Pfizer berharap pekan depan pihaknya sudah mengantongi data keamanan yang diperlukan untuk mengajukan izin penggunaan darurat (EUA) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Setelah mendapat otoritas FDA, Amerika Serikat akan menerima sekitar 20 juta dosis vaksin Pfizer setiap bulan.
Amerika Serikat memiliki kontrak USD 1,95 miliar untuk 100 juta dosis vaksin Pfizer -yang diperkirakan cukup untuk menginokulasi 50 juta orang dengan opsi untuk memperoleh 500 juta lebih.
Sementara itu, Dr Fauci mengatakan pihaknya akan menerima vaksin yang sama dari Pfizer jika FDA sudah menyetujuinya.
"Saya akan melihat datanya, tapi saya mempercayai Pfizer. Saya mempercayai FDA. Ini adalah kolega saya selama beberapa dekade, ilmuwan karier," katanya.
"Jika mereka melihat data ini dan mereka mengatakan data ini solid, mari kita lanjutkan dan setujui, saya berjanji, saya juga akan divaksin dan saya akan merekomendasikan keluarga saya mengambil vaksin itu."
Pemerintah AS merekomendasikan lansia di panti jompo dan beberapa fasilitas bantuan pemerintah sebagai prioritas penerima vaksin dan menyelesaikan suntikan tersebut pada bulan Januari 2021.
Baca Juga: Brasil Tangguhkan Vaksin Sinovac, Bagaimana Nasib Uji Klinis di Indonesia?
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) vaksin COVID-19 tersedia pada akhir tahun dan obat eksperimental Pfizer sangat menjanjikan.
"Seperti yang telah kami prediksi, kami akan mendapatkan vaksin pada akhir tahun ini. Dan vaksin Pfizer sangat menjanjikan," kata Tedros pada pertemuan tingkat menteri tahunan WHO.
Sayangnya, vaksin ini harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius atau setara dengan musim dingin di Antartika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO
-
Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali
-
Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung