Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon menyoroti perbedaan sikap antara pemerintah Korea Selatan dengan Indonesia terkait penanganan Covid-19 di negara masing-masing.
Di Korea Selatan, Menteri Kesehatan dipecat karena kasus Covid-19 mengalami peningkatan.
Melalui akun Twitter Fadli Zon @fadlizon, Fadlizon menilai negara Korea Selatan menjadi contoh negara yang serius menangani pandemi Covid-19.
"Korea Selatan adalah contoh negara yang serius tangani Covid-19. Menteri Kesehatan dicopot karena kasus terus bertambah," kata Fadli Zon seperti dikutip Suara.com, Minggu (6/12/2020).
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Meski kasus Covid-19 mengalami peningkatan drastis, pemerintah RI tak melakukan langkah yang sama dengan Korea Selatan.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu memberikan sindiran terhadap pemerintah RI dalam penanganan Covid-19.
"Kalau di sini ya beda," ucapnya.
Untuk diketahui, Indonesia terus memecahkan rekos kasus positif Covid-19 tertinggi. Pada 3 Desember, tercatat jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8.369 kasus.
Pada 4 Desember, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun menjadi sebanyak 5.803.
Namun, angka tersebut kembali mengalami kenaikan pada 5 Desember menjadi 6.027 kasus.
Baca Juga: 51 Petugas Bawaslu Kabupaten Bandung Positif Covid-19, Langsung Diganti
Korea Selatan Pecat Menkes
Presiden Korea Selatan Moon Jae-In mencopot Menteri Kesehatan Park Neung-hoo. Ia melakukan perombakan di susunan kabinet kerjanya.
Posisi Park Neung-hoo digantikan oleh Kwok Deok-cheol yang merupakan birokrat senior yang memiliki keahlian di bidang kesejahteraan sosial dan perawatan kesehatan.
Pergantian jabatan di kabinet tersebut terjadi disaat kasus Covid-19 di negeri ginseng itu meningkat.
Korea Selatan melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi dalam sembilan bulan sebanyak 629 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam