Orang yang terekam suaranya itu sempat berhenti berkata. Dia menangis sesegukan.
Setelahnya, dia melanjutkan kalimatnya, "Pentungan aja gak ada bang."
Dia lantas menjelaskan, bahwa mobil kawannya yang tewas itu sempat dipepet oleh tiga mobil.
Namun, ia kecewa, karena polisi mengklaim hal berbeda.
"... dan mereka dipepet tiga mobil bang. Tapi dibilangnya kita yang mepet mobil polisi, nyerang pake aspai kan."
Rekaman pertama itu terhenti oleh suara tangisan orang yang sama.
Rekaman II: Mereka ditembak di gedung
Sementara pada rekaman kedua, nada dan gaya orang yang berbicara, berbeda dengan voice note pertama.
Dalam rekaman kedua ini, orang yang berbicara membicarakan klaim bahwa 6 pengawal Habib Rizieq tidak ditembak di tempat, alias di Jalan Tol Jakarta - Cikampek.
Baca Juga: Kaitan Acara Habib Rizieq, Ade Yasin Batal Diperiksa Polda Jabar Hari Ini
Orang itu mengklaim, keenam pengawal Habib Rizieq tersebut ditembak mati di sebuah gedung.
"Gak, gak ditembak di tempat. Ditembak di gedung. Kayaknya di gedung."
Dia lantas memberikan alasan yang memperkuat dugaannya tersebut.
"Karena pagi tadi, dapat informasi, sebelum zuhur, mereka masih ada. Dan betul korbannya... satu lagi."
Ia melanjutkan, "Memang malam itu ditembak satu, dan mereka masih ada."
Namun, orang itu menjelaskan, informasi yang didapatnya itu berbeda dengan kabar Senin siang.
"Ternyata zuhur ini, kita dapat informasi sudah ditembak semua. Berarti itu kan kejadian baru. Artinya mereka sudah dibawa ke gedung itu kan."
Rekaman III: Mereka mati syahid
Dalam rekaman ketiga, orang yang berbicara berbeda dengan voice note pertama maupun kedua.
Rekaman suara kali ini, berisi doa-doa untuk keenam orang pengawal Habib Rizieq yang dinyatakan polisi tewas ditembak.
Berikut isinya:
Alfatihata wa salat al fatihi lima ughliq, li jami il mujahidina fisabilillah, asyahidina fi sabilillah. Allahumma firlahum warhamum waafihi wafuanhum, wa akrim nuzulahum wa wassi madkholahum.
Ya ruhi Fais, Ambon, Andi, Reza, Luthfi, Kadafi, goffar allahu dzunubahum ghofarollohu dzunubahum wa sataro 'uyuubahum wa ja'alal jannata matswahum, Syaiulillahum.
Al Fatihah. - bismillahir rahmanir rahim alhamdu lillahi rabbil alamin ar rahmanir rahim maliki yaumid din iyyaka na budu wa iyyaka nastain, ihdinas siratal mustaqim, siratallazina an amta alaihim ghairil magdubi alaihim wa lad-dhallin
Allahumma sholli ala sayyidina muhammaddinil fatihi lima ughliq wal khatimi lima sabaqa, wan nshiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim. Wa ‘ala alihi, wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdarihil azhim.
Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifuna wa salamun alal mursalina wal hamdulillahi rabbil alamina.
Forensik: Pakai PTT
Pakar Digital Forensik Rubi Alamsyah menilai, untuk membuktikan keaslian voice note perlu dilakukan analisis digital forensik.
"Terkait keaslian sebuah data digital seperti rekaman suara dapat diketahui dengan melakukan analisis forensik digital secara langsung ke barang bukti digital (rekaman audio) tersebut," kata Rubi saat dihubungi Suara.com.
Berdasar analisis Rubi, voice note total berdurasi 19 menit 46 detik itu kemungkinan merupakan hasil percakapan suara dengan menggunakan aplikasi Push to Talk atau PTT.
Aplikasi itu memudahkan beberapa orang untuk berkomunikasi seperti halnya menggunakan handy talkie (HT).
"Kemungkinan besar rekaman yang saya dengar ini merupakan komunikasi dari aplikasi PTT (Push to Talk). PTT app memungkinkan penggunanya menggunakan handphone menjadi mirip seperti fungsi Handy Talky," jelas Rubi.
"Ada fungsi recording pada aplikasi PTT, sehingga bisa merekam komunikasi yang diinginkan perekam, jadi cukup satu orang saja yang merekam," imbuhnya.
Rubi menduga rekaman itu dan juga yang dijadikan barang bukti polisi, bisa saja diperoleh dari salah satu handphone milik laskar khusus pengawal Rizieq yang tewas tertembak.
Meski, pada akhirnya untuk membuktikan keaslian bukti tersebut perlu dilakukan analisis digital forensik.
"Karena ada fitur rekaman di aplikasi PTT seperti itu, jadi cukup mendapatkan HP yang menyimpan rekaman tersebut saja, tanpa perlu penyadapan," katanya.
Versi polisi
Suara.com telah memberikan tiga rekaman suara itu kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat, melalui WhatsApp, untuk mendapatkan konfirmasi.
Namun, hingga artikel ini diunggah, pesan singkat Suara.com hanya dibaca, tapi belum dibalas oleh Tubagus Ade Hidayat.
Sehari sebelumnya, Senin (7/12) siang, Polda Metro Jaya mengklaim, penyerangan yang diduga dilakukan laskar khusus pengawal Habib Rizieq Shihab terhadap anggota polisi, merupakan fakta alias tidak direkayasa.
Penyidik mengklaim telah mengantongi barang bukti berupa voice note atau rekaman suara, yang berisi percakapan antara anggota laskar khusus saat peristiwa tersebut terjadi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengemukakan, berdasar bukti voice note itu diketahui rombongan laskar khusus Rizieq sejatinya telah mengetahui mereka tengah diikuti oleh kendaraan mobil polisi.
Kendati begitu, mereka dituding tetap melakukan upaya penyerangan dengan mencoba memepet kendaraan milik anggota polisi.
"Voice note itu, bagaimana ceritanya, sudah sangat diketahui oleh yang bersangkutan (laskar khusus), bahwa itu anggota kita dan kemudian tetap dilakukan upaya-upaya penyerangan oleh pihak mereka. Itu nyata dan tidak dikarang-karang, terlihat, terdengar di dalam voice note tersebut. Itu fakta-faktanya," kata Tubagus.
Tubagus berpendapat, kalau rombongan laskar khusus pengawal Rizieq itu hendak menuju ke acara pengajian, semestinya tidak perlu melakukan upaya penyerangan.
Sebab, Tubagus mengklaim anggotanya itu tidak akan melakukan tindakan apa pun tanpa adanya penyerangan terlebih dahulu.
"Kalau mau pergi pengajian pergi saja pengajian, dan kita juga tidak melakukan apa pun. Faktanya kita diserang dan faktanya voice note-nya seperti itu," beber Tubagus.
Di lain sisi, Tubagus juga menyoroti terkait adanya sejumlah barang bukti berupa senjata api dan tajam.
"Sudah tahu itu adalah mobil Polri dan tidak juga melakukan apa pun, tetapi dilakukan proses penyerangan. Itu faktanya dan didapatkan senjata tajam dan senjata api," katanya.
Berita Terkait
-
Kaitan Acara Habib Rizieq, Ade Yasin Batal Diperiksa Polda Jabar Hari Ini
-
Kasus Laskar FPI Ditembak Lebih Mudah Selesai Jika Semua Pihak Tahan Diri
-
6 Laskar FPI yang Ditembak Mati Polisi Dimakamkan di Megamendung?
-
Cak Nun Sarankan Jokowi dan HRS Bicara 4 Mata: Jangan Ada yang Dipermalukan
-
Bendera Kuning Berkibar di Gang Rumah Habib Rizieq, Siapa yang Meninggal?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung