Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam Mahfud MD enggan menyebut kalau pemerintah sudah menutup pintu untuk berdialog dengan Front Pembela Islam/FPI. Tetapi menurutnya tidak ada urgensinya saat ini untuk berbicara dengan FPI.
Mahfud mengatakan bahwa selama ini pemerintah sudah kerap kali berdialog dengan FPI. Namun dialog yang dimaksudnya itu adalah saling balas pendapat di media massa.
"Oh tidak, selama ini juga kan sudah dialog lewat media. Lewat apa, kan itu dialog namanya, dia bilang gini, kita bilang gitu, dia bilang gitu, kita bilang gini, kan itu dialog," kata Mahfud dalam sebuah wawancara khusus yang disiarkan YouTube BeritaSatu pada Jumat (11/12/2020).
Tetapi ketika ditanyakan perihal dialog langsung, Mahfud menyebut kalau pemerintah bukan menutup pintu. Namun lebih kepada memikirkan urgensi dari sebuah pertemuan dengan FPI.
"Kami tidak memikirkan tutup pintu atau buka pintu. Kami tidak memikirkan itu sekarang, tidak ada urgensinya, apa coba?" ujarnya.
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga tidak tahu apa yang harus dibahas apabila ada yang mengharapkan sebuah pertemuan rekonsiliasi antara pemerintah dengan FPI. Meski begitu, ia tidak menutupi adanya pertemuan kalau memang benar-benar ada sesuatu yang mesti dibicarakan.
"Yang mau dibicarakan itu apa? Yang mau direkonsiliasikan itu apa? Rekonsiliasi dalam hal apa coba? Kan tidak ada urgensinya, tapi kalau memang ada, ya, kita lakukan pembicaraan-pembicaraan itu," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai