Suara.com - Seorang penyuluh pertanian di India mengakhiri hidupnya setelah mengalami penipuan oleh sebuah aplikasi pinjaman online, yang uang tersebut digunakan untuk membantu petani lain.
Menyadur Times of India, Jumat (1/1/2021) Kirni Mounika, seorang penyuluh pertanian memilih untuk menenggak racun pada 14 Desember dan meninggal dunia dua hari kemudian.
Wanita 25 tahun tersebut melakukannya lantaran mengalami penipuan dan tekanan oleh sebuah aplikasi pinjaman online.
Ia mengambil pinjaman tersebut bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk membantu beberapa petani yang kesulitan untuk membeli benih dan pestisida.
Beberapa catatan tulisan tangan di buku harian Mounika yang ditemukan oleh keluarga menunjukkan jumlah dan nama petani yang telah dia bantu dari uang pinjaman tersebut.
"Putri saya sedang berada di ranjang kematiannya ketika dia berusaha keras untuk memberi tahu saya sesuatu. Saya tidak bisa langsung mengerti apa yang dia coba katakan." buka Bhoopani, selaku ayah korban saat menjelaskan kronologi kepada Times of India.
"Tapi saya membaca beberapa catatan di buku hariannya, saya menemukan bahwa dia telah membantu beberapa petani dengan mengambil pinjaman," sambung pria yang tinggal di desa Rajagopalpet, Nanganur.
Menurut Bhoopani, jumlahnya pinjaman yang diambil oleh putrinya tersebut berkisar dari 5.000 rupee (Rp 970.00) hingga 10.000 rupee (Rp 1,9 juta).
"Itu adalah jebakan. Ketika sejumlah kecil tidak dilunasi tepat waktu, aplikasi pinjaman instan memberinya pinjaman lain melalui aplikasi lain untuk melunasi pinjaman pertama. Dengan cara ini, mereka menaruh uang di 55 aplikasi untuk putri saya," jelas Bhoopani.
Baca Juga: Produksi Tata Nexon Capai 2.000 Unit, Cermin Kebutuhan Mobil Listrik India
Dengan demikian, pinjaman yang awalnya hanya sebesar 5.000 rupee (Rp 970.000), membengkak menjadi pinjaman sebesar 260.000 rupee (Rp 50,5 juta).
"Saya tidak mengharapkan siapa pun untuk mengembalikan uang itu. Keluarga saya hanya tahu bagaimana memberi dan tidak menerima," kata Bhoopani, mantan sarpanch (pembuat keputusan) di Rajagopalpet.
Pada tanggal 13 Desember, salah satu teman Mounika yang pernah belajar BSc (pertanian) menelepon Bhoopani dan menginformasikan kepadanya tentang pesan yang dia dapat mengenai pinjaman tersebut.
"Saya memberi tahu putri saya bahwa berapa pun jumlah yang dia ambil sebagai pinjaman harus dilunasi dan pengaturan dibuat untuk melakukannya keesokan harinya," katanya.
Hari itu Mounika pergi ke kuil, lalu ke pertemuan petani. Alih-alih pulang ke desa, dia pergi ke sebuah rumah keluarganya di kota Siddipet. Di rumah itulah ia menenggak sebuah racun untuk mencoba mengakhiri hidupnya.
Setelah kematian Mounika, beberapa staf pertanian mengumpulkan uang untuk membantu petani tetapi Bhoopani tidak menerimanya. Sebaliknya, dia meminta mereka untuk menyerahkannya ke petugas untuk digunakan demi kepentingan petani.
Bhoopani, yang memiliki peternakan sapi perah dan bergerak di bidang pertanian, sangat kecewa dan berharap pihak berwenang mengusut kasus tersebut.
"Dengan mengungkap penipuan aplikasi pinjaman dan mengejar mereka yang menjalankannya, polisi telah menyelamatkan banyak nyawa. Atau banyak yang bunuh diri seperti anak saya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby
-
BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik
-
Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam