Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 sejak 29 Desember lalu. Namun, Anies tidak langsung berkantor seperti biasa di Balai Kota.
Kekinian, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengabarkan Anies akan segera bekerja seperti biasa di Balai Kota mulai Senin (4/1/2021). Ia tak lagi perlu mengerjakan tugasnya sebagai Kepala Pemerintahan Daerah Jakarta secara virtual.
"Senin, 4 Januari besok sudah berkantor lagi di Balai Kota," kata Taufik di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (3/12/2020).
Taufik mengatakan Anies sekarang juga tak lagi berada di rumah dinasnya, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat tempatnya menjalani isolasi mandiri. Mantan Mendikbud itu sudah kembali ke kediaman pribadinya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
"Dia sudah di rumah pribadinya sekarang," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah dinyatakan negatif Covid-19 per hari Selasa (29/12/2020) setelah menjalani tes swab pada Senin, (28/12/2020) lalu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, setelah dinyatakan negatif, Anies saat ini sudah kembali ke ke kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (29/12).
"Alhamdulillah pak Anies hari ini sudah negatif sudah pulang ke rumah," ujar Riza kepada wartawan, Selasa (29/12).
Riza menuturkan Anies akan segera kembali beraktivitas di kantornya, Balai Kota.
Baca Juga: PDIP: Rem Darurat Tak Perlu, Anies Harus Pikirkan Distribusi Vaksin
Namun ia belum bisa memastikan kapan Anies akan kembali berkantor di Balai Kota.
"(Anies) akan segera nanti kembali ke Balai Kota. Nanti kita lihat, saya kira tidak lama lagi mudah-mudahan segera, yang pasti sudah negatif ya. Ahamdulillah negatif negatif hari perhari ini," katanya.
Untuk diketahui Anies terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR pada Selasa (1/12/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar