Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar pemerintah pusat menambah fasilitas kesehatan di Jakarta. Riza menyebut banyak pasien Covid-19 yang bukan warga ibu kota.
Riza mengatakan banyak dari pasien Covid-19 yang diisolasi atau dirawat di faskes DKI tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Menurutnya pemerintah pusat harus turun tangan agar pasien di Jakarta tak menumpuk.
"Fasilitas kesehatan kami selama ini tidak hanya untuk warga DKI, tetapi siapa saja warga yang datang kami layani, termasuk dari Bodetabek yang jumlahnya juga cukup banyak. Mudah-mudahan ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk bisa membagi beban ini lebih merata," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/1/2021).
Jumlah pasien luar DKI disebut Riza terus bertambah. Sekarang ini, dari total pasien Covid-19 aktif yang dirawat di 101 RS rujukan, 30 persen di antaranya bukan warga Jakarta.
"Ternyata, kurang lebih 30 persen warga luar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) dirawat atau ditangani di Jakarta," jelasnya.
Politisi Gerindra ini menilai banyaknya masyarakat luar Jakarta yang dirawat di ibu kota memiliki faktor sendiri. Misalnya akses yang lebih mudah dan ketersediaan fasilitas yang memadai.
"Mungkin mereka aksesnya lebih dekat ke Jakarta. Masal ada orang yang mau dirawat tapi kita tolak? Kan enggak boleh," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat