Suara.com - Seorang reporter di Kanada mendapat umpatan vulgar dari sekelompok pria saat sedang liputan, pelaku saat ini sedang diburu polisi.
Menyadur News.com.au, Minggu (24/1/2021) Kepolisian Kanada sedang menyelidiki sekelompok pria setelah melontarkan kata-kata kotor kepada seorang reporter TV.
Krista Sharpe, seorang reporter untuk CTV Kanada, sedang syuting di kota Kitchener di Ontario. Saat mengambil gambar seorang pria dari dalam mobil berteriak "f ** k her in the p *** y".
Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut kemudian langsung tancap gas setelah mengeluarkan kata-kata kotor dang Krista langsung menghentikan siarannya.
Krita membagikan insiden tersebut di akun Twitter-nya dan, menulis: "Ini tidak lucu dan tidak keren."
"Meskipun saya ingin mengatakan bahwa itu tidak mengganggu saya, tapi tetap saja. Itu membuatku merasa sial," tulisnya.
Krista mengatakan pelecehan itu sangat mengkhawatirkan karena dia sering bekerja sendiri. "Ini masih terjadi pada reporter wanita di mana-mana dan harus dihentikan." tegasnya.
Polisi Regional Waterloo menanggapi cuitan dari Krista tersebut dan mengatakan petugas akan menyelidiki masalah tersebut.
"Kami sangat menyesal melihat @Kajar ini. Itu sama sekali tidak dapat diterima," tulis pihak kepolisian melalui cuitan di Twitter.
Baca Juga: Hadiri Pesta Ulang Tahun, 11 Orang Positif Covid-19 Termasuk Balita 3 Tahun
Kepala Kepolisian Daerah Waterloo Bryan Larkin mengatakan video itu, yang telah dibagikan ribuan kali, diserahkan sebagai barang bukti, CBC melaporkan.
"Insiden ini tidak bisa diterima, vulgar dan menyinggung. Tidak ada yang menjadi sasaran kebencian dan intimidasi di tempat kerja," cuit Larkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT