Suara.com - Seorang gadis berusia 14 tahun ngamuk sambil mengacungkan parang pada kawanan perampok karena sang ibu ditembak di dalam toko mereka.
Menyadur The Sun Sabtu (13/02), perampok itu menyantroni toko saat gadis berusia 14 tahun itu berada di belakang meja kasir bersama ibu dan adiknya yang berusia 2 tahun.
Peristiwa yang terjadi di Bogota ini mendapat perhatian kepolisian dan ia memperingatkan warga untuk tak mencoba melawan perampok karena memicu kekerasan lebih lanjut.
Awalnya ada tiga perampok yang menggunakan helm sepeda motor menerobos masuk ke dalam toko. Satu perampok lainnya mencoba menutup toko dan menguncinya dari dalam dan satu orang lain bertugas menghitung uang tunai.
Rekaman CCTV menunjukkan gadis itu meraih parang dan dia mengayunkan para penyusup sementara ibunya mendorong mereka kembali.
Para perampok langsung mengurungkan niatnya dan mundur sebelum berlari keluar toko. Ngamuk, ia mengayunkan kembali parangnya beberapa kali lagi saat mengejar perampok itu.
Menurut laporan, para perampok menembak ibunya dan kemudian melarikan diri dengan sepeda motor. Beruntung ibunya tidak terluka parah dalam serangan 4 Februari itu.
Pada stasiun TV lokal, gadis 14 tahun itu mengatakan ia siap membela keluarganya karena hal seprti ini tak cuma sekali terjadi.
"Ini bukan yang pertama, atau kedua kalinya terjadi, jadi saya sudah memikirkan bahwa jika sesuatu terjadi, saya akan memakai parang dan mendapatkannya."
Baca Juga: Mencekam! Pria Diduga Orang Gila Serang Polisi dan Warga Pakai Parang
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung