Suara.com - Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli menanggapi soal dirinya yang pernah dipecat oleh Presiden Joko Widodo. Dia menceritakan pernah mendapatkan tawaran dari Jokowi sebelumnya.
Rizal Ramli pernah dipecat dari jabatannya sebagai Menteri Bidang Kemaritiman pada saat periode Jokowi-Jusuf Kalla.
Meski demikian, Rizal Ramli justru mengaku bersyukur dan senang saat ia dicopot dari kursi menteri. Hal itu ia cuitkan melalui akun Twitter pribadinya @RamliRizal, Rabu (3/2/2021).
Rupanya, Rizal Ramli pernah ditawari menjadi Menko Maritim sebanyak tiga kali oleh Jokowi.
"Rizal Ramli malah happy-happy aja, karena menolak tawaran Jokowi untuk mau jadi Menko Maritim 3x di Istana Bogor bulan Agustus 2015," cuitnya.
Hingga akhirnya, Jokowi memohon dengan Rizal Ramli. Lantas, ia pun menerima tawaran tersebut.
Namun, Rizal Ramli hanya bekerja selama 11 bulan menjadi Menko Maritim dan berakhir dipecat oleh Jokowi.
"Baru setelah JKW (Jokowi--red) minta tolong dengan sangat, Rizal Ramli oke. Tapi ternyata, Jokowi lemah, atas tekanan taipan reklamasi dan Peng-peng, Rizal Ramli dipecat. Bersyukur karena Jokowi memble," lanjutnya.
Dipecat Jokowi
Baca Juga: Hasil Rapid Antigen Warga Saat Kerumunan Jokowi di NTT
Jusuf Kalla pernah menceritakan saat memberhentikan Rizal Ramli sebagai Menko Maritim.
Kisah tersebut diceritakan Jusuf Kalla melalui kanal Youtube Karni Ilyas. Awalnya, JK bercerita bahwa Jokowi memanggil Rizal Ramli ke Istana Negara untuk menyampaikan Rizal dicopot dari kabinet.
Pada saat itu, Rizal Ramli tidak terima lantaran ia harus dicopot dari jabatannya. Dia pun terus ngotot. Hingga akhirnya, Jokowi dan JK berniat untuk mengerjai Rizal.
Rizal Ramli ditinggal di sebuah ruangan. Maksud Jokowi dan JK meninggalkan Rizal Ramli supaya ekonom senior itu bosan dan pulang keluar Istana. Tapi Rizal tampaknya belum puas, dan masih menunggui terus Jokowi dan JK di Istana Negara.
Jokowi menjelaskan kepada Rizal pencopotan ini karena ada kebutuhan. Menurut JK, Jokowi mencopot Rizal Ramli lantaran sang ekonom dinilai tidak bisa bekerja sama dalam tim dan dengan anak buahnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Batalkan Perpres Miras, PAN Minta Anies Segera Jual Saham PT Delta
-
Hasil Rapid Antigen Warga Saat Kerumunan Jokowi di NTT
-
Pose di Kamar Sederhana, Belva: Tempat Bangun Ruangguru dan Antar ke Istana
-
Ikut Komentari dr Tirta, Rizal Ramli Akui Sempat Kagum
-
Maruf Klaim RI Tangani Covid Lebih Baik, Rizal Ramli: Ngibul Makin Fasih?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat