Suara.com - Seorang dokter militer Thailand dipecat dan dicabut izin medisnya karena ketahuan memberi vaksin palsu pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan.
Menyadur Strait Times Rabu (03/03) dokter ini mengganti cairan vaksin dengan air biasa dan menyuntik 273 tentara dengan bayaran USD 20 yang setara Rp 280 ribu per vaksin.
Aksi penipuan ini sudah dikonfirmasi oleh pihak militer Thailand. Mereka mengakui bahwa dokter tersebut berbohong dan mengatakan itu sebagai vaksin virus corona.
Aksi ini pertama kali terbongkar saat seorang tentara melihat botol yang digunakan tidak berlabel. Ia melaporkan temuannya pada atasan dan hasil penyelidikan membuktikan bahwa itu adalah air biasa.
Perwakilan medis PBB meminta pejabat Angkatan Darat Thailand untuk mengirim dokter itu kembali ke negara asalnya namun ia belum kembali ke Thailand.
Doketr yang tak siebutkan identitasnya ini dilaporkan melarikan diri dari tugas, sehingga dipecat dari militer dan izin medisnya juga dicabut. Hingga kini, ia masih dalam pelarian dan orang tuanya masih menantinya di rumah.
Jenderal Chalermpol menegaskan bahwa insiden itu tidak akan mempengaruhi kepercayaan PBB terhadap militer Thailand.
Penipuan vaksin itu terungkap dari laporan Transparency International yang berjudul "Tantangan Vaksin Covid-19 yang Tak Terucapkan - Distribusi dan Korupsi".
Dalam lapora itu disebutkan bahwa dokter militer itu bertugas di rumah sakit lapangan di Sudan Selatan dari Desember 2019 hingga Desember 2020.
Baca Juga: 5 Berita Kesehatan: Marak Demo Pelajar Hingga Sertifikat Vaksin Palsu
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet