Suara.com - Seorang bocah laki-laki umur 5 tahun ditinggalkan seorang diri setelah orangtuanya selesai mengurus perceraian di kantor pencatatan pernikahan di Liuzhou, China.
Menyadur Mothership Selasa (02/03), ia datang ke kantor pencatatan pernikahan pada 23 Februari bersama orangtuanya untuk mengantar mereka mengurus surat cerai.
Setelah semua urusan cerai selesai, ayah dan ibunya pergi secara terpisah dan melupakan anaknya. Bocah ini ditemukan petugas di aula seorang diri.
Surat kabar lokal melaporkan bocah itu mulai histeris karena tak dapat menemukan ibunya dan ia mulai menangis. "Saya ingin ibu saya!"
Beruntung anak ini membawa telepon sehingga petugas bisa menghubungi ayahnya untuk segera menjemput. Namun sayang, pria itu sudah berada di luar kota dan butuh waktu lama untuk kembali menjemput anaknya.
Bocah malang itu lantas dibawa ke kantor polisi untuk menunggu ayahnya. "Apakah ibuku akan kamu bawa pergi?" ujar bocah itu pada polisi.
Setelah menunggu, sang ayah muncul dan langsung disambut oleh pelukan anaknya. Pertemuan keduanya berlangsung dramatis hingga sang ayah dilaporkan menangis.
Tak diketahui, mengapa orangtuanya meninggalkan bocah ini di kantor pencatatan pernikahan. Kabar sang ibu juga tidak dijelaskan.
Baca Juga: Bocah 8 Tahun Dikontrak Jadi Pro Player Fortnite, Digaji Rp 473 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang